Mamuju Tengah, katasulsel.com — Malam di Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, belakangan tak lagi terasa biasa.
Ketika sebagian warga mulai menutup pintu dan beristirahat, sebagian lainnya justru memilih berjaga.
Ada suara pintu belakang rumah yang digedor.
Ada pula laporan warga mengenai pelemparan.
Semua terjadi pada rentang waktu malam hingga menjelang subuh.
Kondisi itu disebut terjadi di sejumlah titik, termasuk Dusun Tangko dan Dusun Bumi Tangko.
Dirham Syauqi, Ketua Pemuda Desa Tabolang yang mengaku menjadi saksi mata salah satu insiden, mengatakan keresahan warga sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Menurut Dirham, sosok yang disebut warga sebagai pelaku teror biasanya muncul sejak menjelang malam hingga dini hari.
“Biasanya mulai sekitar malam sampai subuh. Pintu belakang rumah digedor, bahkan ada juga aksi pelemparan,” ujar Dirham.
Yang membuat warga semakin waspada, sosok tersebut disebut beberapa kali terlihat oleh warga.
Warga bahkan sempat melakukan pengejaran.
Menurut kesaksian yang disampaikan Dirham, sosok itu memiliki postur yang disebut tinggi dan besar, mengenakan pakaian berwarna hitam, masker serta kupluk.
Wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutup masker.
Dalam salah satu kejadian, sosok tersebut disebut terlihat seperti mengintip dari bagian belakang rumah warga.
Ketika dikejar, warga juga menduga sosok itu membawa senjata tajam berupa parang dan sebuah senter berukuran kecil.
Kabar tersebut membuat warga meningkatkan kewaspadaan.
Sejumlah masyarakat bahkan melakukan patroli secara mandiri pada malam hari untuk memastikan lingkungan tetap aman.
Namun ada satu hal yang sampai sekarang masih menjadi tanda tanya.
Motifnya.
Belum ada laporan warga kehilangan barang akibat rangkaian kejadian tersebut.
Artinya, meski keresahan terus muncul, belum diketahui apa tujuan sebenarnya dari aksi tersebut.
“Belum ada warga yang kehilangan barang. Itu yang membuat masyarakat juga bingung, sebenarnya motifnya apa,” kata Dirham.
Warga kini memilih tidak mengambil risiko.
Setiap malam, mereka melakukan pemantauan bersama di sejumlah titik yang dianggap rawan.
Kehadiran warga secara berkelompok diharapkan dapat mencegah kejadian serupa sekaligus membantu mengidentifikasi sosok yang selama ini belum diketahui identitasnya.
Meski demikian, informasi mengenai sosok tersebut masih berdasarkan kesaksian warga dan belum dapat dipastikan secara independen.
Warga berharap aparat segera turun tangan untuk mengungkap siapa sebenarnya orang yang berada di balik rangkaian kejadian tersebut.
Sebab, bagi masyarakat Tabolang, persoalannya bukan sekadar suara gedoran di pintu.
Setiap malam kini muncul pertanyaan yang sama:
Siapa orang bermasker yang datang dari balik rumah warga, dan apa sebenarnya yang dia cari?
