Oleh: Edy Basri
Tidak semua orang mau masuk lumpur.
Apalagi sengaja mencari lumpur.
Lebih sedikit lagi yang rela membawa mobil masuk hutan, menanjak tebing, melintasi batu besar, lalu turun ke jurang-jurang kecil yang membuat jantung ikut berdebar.
Tapi itulah dunia offroad.
Dunia yang justru menganggap medan buruk sebagai undangan.
Dan akhir pekan ini, undangan itu datang dari Mamasa.
Namanya Bhayangkara Mamasa Offroad Expedition (MAOX) 2026.
Sebuah ajang yang tidak menawarkan kenyamanan.
Tidak ada jalan mulus.
Tidak ada aspal mengilap.
Yang tersedia justru tanjakan curam, turunan licin, jalur berlumpur, bebatuan tajam, serta cuaca pegunungan yang bisa berubah sesuka hati.
Singkatnya, medan yang cukup membuat banyak pengemudi berpikir dua kali.
Namun tim X-Jaguar Offroad Pinrang memilih sebaliknya.
Mereka datang bukan untuk melihat-lihat.
Mereka datang untuk menaklukkan.
Dan mereka berhasil.
Dipimpin langsung Ketua X-Jaguar Offroad Pinrang, Andi Pallawagau, tim ini sukses menyelesaikan seluruh lintasan kelas 4×4 Overland yang disiapkan panitia.
Terdengar sederhana.
Padahal bagi para pegiat offroad, menyelesaikan seluruh rute tanpa insiden besar adalah prestasi tersendiri.
Sebab di dunia ini, lawan terbesar bukan tim lain.
Melainkan alam.
Alam tidak peduli merek mobil.
Tidak peduli harga kendaraan.
Tidak peduli siapa yang duduk di balik kemudi.
Sekali salah membaca medan, roda bisa terjebak.
Sekali lengah, perjalanan bisa berhenti.
Karena itu kemenangan dalam offroad selalu dimulai jauh sebelum mesin dinyalakan.
Dimulai dari persiapan.
Perencanaan.
Disiplin.
Dan kemampuan bekerja sebagai satu tim.
X-Jaguar tampaknya memahami betul rumus tersebut.
Mereka tidak hanya mengandalkan kendaraan yang tangguh.
Mereka membawa pengalaman.
Membawa strategi.
Dan yang paling penting, membawa kekompakan.
Andi Pallawagau menyebut keberhasilan itu sebagai hasil kerja bersama seluruh anggota tim.
Bukan keberhasilan satu orang.
Bukan pula soal siapa yang paling berani menekan pedal gas.
Melainkan tentang solidaritas saat menghadapi rintangan.
Tentang kemampuan saling membantu ketika medan mulai menunjukkan taringnya.
Di sinilah menariknya dunia offroad.
Semakin berat jalur yang dilalui, semakin kuat persaudaraan yang terbentuk.
Karena lumpur tidak mengenal jabatan.
Tanjakan tidak mengenal status sosial.
Semua peserta sama ketika roda mulai kehilangan traksi.
MAOX sendiri bukan sekadar ajang adu kemampuan kendaraan.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan komunitas offroad dari berbagai daerah.
Sekaligus cara memperkenalkan keindahan alam Mamasa yang selama ini dikenal memiliki bentang pegunungan spektakuler.
Bagi X-Jaguar Pinrang, ekspedisi ini menambah satu catatan penting dalam perjalanan komunitas mereka.
Bukan karena membawa pulang trofi.
Bukan karena mengejar sensasi.
Melainkan karena berhasil membuktikan satu hal.
Bahwa medan seberat apa pun selalu punya jalan keluar bagi mereka yang datang dengan persiapan matang dan kerja sama yang kuat.
Mamasa sudah memberi tantangan.
X-Jaguar memberi jawaban.
Dan jawabannya cukup jelas.
Mereka tidak sekadar melewati jalur ekstrem.
Mereka menaklukkannya. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita pinrang Hari Ini .
