Barru, Katasulsel.com — Tujuh rumah panggung berdiri berjejer di kawasan pesisir Padongko, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Bentuknya hampir serupa dan posisinya menghadap ke laut.
Tempat itu dikenal dengan nama Bola Pitue. Dalam bahasa Bugis, bola pitue berarti tujuh rumah.
Bukan sekadar deretan rumah panggung, kawasan ini tercatat sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Barru. Bola Pitue berada di Lingkungan Padongko, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, dan menjadi bagian dari kawasan wisata Pantai Padongko.
Keberadaan tujuh rumah yang berdiri berdampingan menjadi daya tarik utama Bola Pitue. Arsitekturnya memperlihatkan ciri rumah panggung tradisional Bugis, sementara letaknya yang berada di kawasan pesisir membuat pengunjung dapat menikmati unsur budaya dan suasana pantai dalam satu lokasi.
Ada Cerita tentang Tujuh Putri
Di balik nama Bola Pitue, terdapat cerita yang berkembang secara turun-temurun di masyarakat.
Menurut keterangan Dinas Pariwisata Barru, masyarakat setempat mengenal kisah tentang seorang Raja Barru yang disebut memiliki tujuh putri. Untuk menghindari perselisihan di antara mereka, sang raja konon membangun tujuh rumah dengan bentuk dan ukuran yang sama sebagai tempat tinggal para putrinya.
Kisah tersebut merupakan legenda lokal, sehingga tidak tepat jika ditempatkan sebagai fakta sejarah yang sudah terverifikasi.
Yang dapat dipastikan, Bola Pitue memang tercatat sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah milik Kabupaten Barru. Pemerintah daerah juga masih memasukkan kawasan Bola Pitue dan Pantai Padongko dalam titik pemantauan kunjungan wisatawan pada periode libur Idulfitri 2026.
Berada di Kawasan Pantai Padongko
Salah satu kelebihan Bola Pitue adalah lokasinya yang berada dalam kawasan Pantai Padongko.
Data pemerintah menunjukkan Padongko merupakan wilayah pesisir di Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru. Kawasan ini juga berkembang sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Barru.
Karena lokasinya berdekatan, wisatawan dapat mengunjungi Bola Pitue sekaligus menikmati kawasan Pantai Padongko.
Dinas Pariwisata Barru mencatat sejumlah fasilitas yang tersedia di kawasan Bola Pitue, antara lain toilet, tempat ibadah, area parkir, taman, area piknik, area camping, spot foto, serta penginapan. Destinasi tersebut juga tercatat tidak memungut tiket masuk dan beroperasi sepanjang hari berdasarkan informasi destinasi yang diterbitkan pemerintah daerah.
Kawasan ini bukan pula sekadar tercantum dalam daftar destinasi. Pada Desember 2024, Pemerintah Kabupaten Barru menggelar Festival Memasyarakatkan Makan Ikan di Bola Pitue Padongko. Lokasi tersebut kembali menjadi salah satu titik pemantauan wisatawan oleh Dinas Pariwisata Barru pada libur Idulfitri 2026.
Wisata Budaya yang Tidak Hanya Menawarkan Pemandangan
Bola Pitue menarik bukan semata karena latarnya yang berada di tepi kawasan pantai.
Tujuh rumah panggung yang tersusun berjejer memberikan gambaran mengenai bentuk arsitektur tradisional Bugis sekaligus menjadi pintu masuk untuk mengenal cerita lokal masyarakat Barru.
Di tengah banyaknya destinasi wisata yang mengandalkan panorama alam, Bola Pitue menawarkan pengalaman yang berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat laut, tetapi juga dapat mengamati bentuk rumah panggung, susunan bangunan, dan kisah yang berkembang di balik keberadaannya.
Daya tarik semacam ini membuat Bola Pitue memiliki posisi tersendiri dalam peta wisata Kabupaten Barru. Apalagi lokasinya berada tidak jauh dari sejumlah destinasi lain di kawasan Barru. Data Dinas Pariwisata Barru mencatat Pantai Padongko hanya berjarak sekitar 0,04 kilometer dari Bola Pitue.
Bagi wisatawan yang sedang mencari tempat wisata di Barru, Bola Pitue dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengenal sisi budaya daerah tersebut.
Tujuh rumah panggung di pesisir Padongko itu menjadi penanda bahwa wisata Barru tidak hanya tentang pantai dan pemandangan alam. Ada pula ruang-ruang budaya yang menyimpan cerita lokal dan masih dapat dikunjungi hingga kini.(*)
