Barru, katasulsel.com – Sebuah kisah haru menyelimuti Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru.
Hari yang seharusnya menjadi momen paling membahagiakan bagi Ibrahim sebagai kepala desa terpilih justru berubah menjadi kabar duka. Ibrahim dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026), bertepatan dengan hari pelantikannya sebagai Kepala Desa Jangan-Jangan.
Almarhum mengembuskan napas terakhir di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar sekitar pukul 08.00 Wita, sebelum sempat mengucapkan sumpah jabatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Perjalanan Ibrahim menuju kursi kepala desa memang menyimpan cerita yang tidak biasa.
Dalam pelaksanaan Pilkades Desa Jangan-Jangan, ia menjadi sorotan karena harus berhadapan dengan istrinya sendiri di surat suara. Namun bukan karena persaingan rumah tangga atau perebutan kekuasaan.
Saat itu, hanya Ibrahim yang bersedia maju sebagai calon kepala desa. Sementara aturan mengharuskan pemilihan diikuti lebih dari satu kandidat. Demi memenuhi ketentuan tersebut, sang istri akhirnya ikut mendaftar sebagai calon.
Meski berstatus lawan di atas kertas, warga Desa Jangan-Jangan tetap memberikan kepercayaan kepada Ibrahim hingga berhasil memenangkan pemilihan.
Kisah tersebut kemudian menjadi simbol kuatnya dukungan masyarakat terhadap sosok Ibrahim.
Banyak warga menilai almarhum bukan hanya seorang calon pemimpin, tetapi juga figur yang mampu merangkul dan mempersatukan masyarakat desa.
Namun takdir memiliki rencana lain.
Setelah berhasil memenangkan Pilkades dan bersiap memulai masa pengabdian baru, Ibrahim justru berpulang sebelum sempat menjalankan amanah yang diberikan masyarakat.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, warga Desa Jangan-Jangan, dan seluruh pihak yang mengenalnya.
Sebab tidak banyak orang yang mengalami perjalanan seperti Ibrahim: memenangkan pemilihan, dipercaya masyarakat, dijadwalkan dilantik, namun dipanggil Sang Pencipta tepat di hari ketika amanah itu hendak dimulai.
Sebuah kisah yang mengingatkan bahwa jabatan bisa diraih manusia, tetapi waktu dan takdir tetap berada di tangan Tuhan.(*)
