Jakarta, Katasulsel.com seorang ibu bernama Ratna Dewi bersama anaknya menjadi korban pelemparan bom molotov yang diduga salah sasaran di Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (22/6/2026). Ledakan yang terjadi saat keduanya melintas menggunakan sepeda motor membuat mereka terjatuh dan mengalami luka ringan.

Insiden tersebut juga memicu kepanikan warga sekitar. Sejumlah warga bergegas menolong korban dan memadamkan api agar tidak merembet ke rumah-rumah di kawasan permukiman padat itu. Sementara warga lainnya sempat mengejar pelaku, namun mereka berhasil melarikan diri.

Ratna Dewi mengaku tidak mengenal pelaku maupun memiliki persoalan dengan mereka. Menurutnya, bom molotov dilempar tepat saat dirinya melintas bersama sang anak.

🔥 BACA JUGA
indonesia-mendadak-ribut-tengah-malam/" style=" display:flex; gap:12px; padding:12px; text-decoration:none; color:#111; align-items:center; ">
Viral TKW Taiwan 3 vs 1, Internet Indonesia Mendadak Ribut Tengah Malam

“Pas saya lewat, tiba-tiba ada yang lempar bom. Langsung meledak dan muncul api besar. Saya kaget, motor saya oleng, lalu saya jatuh bersama anak saya,” ujar Ratna.

Akibat kejadian tersebut, Ratna mengalami luka pada bagian kaki, sedangkan anaknya mengalami luka ringan dan masih mengalami trauma akibat ledakan yang terjadi di hadapannya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga Ratna Dewi dan anaknya merupakan korban salah sasaran. Kapolsek Koja mengungkapkan, pelaku utama berinisial M diduga hendak menyerang seorang pria yang memiliki hubungan dengan mantan istrinya. Namun, bom molotov yang dilempar justru mengenai korban yang sedang melintas.

Penyelidikan juga mengungkap bahwa motif sementara diduga dipicu persoalan pribadi. Pelaku disebut tidak terima mantan istrinya menjalin hubungan dengan pria lain, meski yang bersangkutan diketahui telah memiliki pasangan baru.

Dalam perkembangan terbaru, polisi telah mengidentifikasi empat orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Seluruhnya masih dalam pengejaran, sementara penyidik terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap peran masing-masing pelaku.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena terjadi di tengah kawasan permukiman padat yang rawan kebakaran. Warga berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan rasa aman masyarakat dapat dipulihkan.(*)