Pinrang, katasulsel.com – Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan banyak daerah, Kabupaten Pinrang justru mencatat angka yang menarik perhatian.
Bukan hanya berhasil mempertahankan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), daerah yang dipimpin Bupati H.A. Irwan Hamid juga membukukan surplus anggaran lebih dari Rp22 miliar pada tahun 2025.
Angka itu terungkap dalam pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Pinrang di hadapan DPRD.
Namun yang membuat capaian ini menarik bukan hanya surplusnya.
Pinrang juga berhasil merealisasikan pendapatan daerah hingga 97,55 persen dari target yang ditetapkan. Sementara belanja daerah terealisasi sebesar 96,11 persen.
Dua angka yang menunjukkan bagaimana uang daerah masuk dan dibelanjakan hampir sesuai dengan perencanaan.
Hasilnya, kas daerah tidak hanya tetap sehat, tetapi juga mencatatkan sisa lebih yang mencapai puluhan miliar rupiah.
14 Tahun Tanpa Putus
Jika surplus Rp22 miliar menjadi kabar baik tahun ini, maka ada angka lain yang mungkin lebih mencuri perhatian.
14.
Itu adalah jumlah raihan Opini WTP yang berhasil dipertahankan Pemerintah Kabupaten Pinrang secara berturut-turut tanpa terputus.
Artinya, selama 14 tahun beruntun laporan keuangan daerah dinilai memenuhi standar pengelolaan keuangan yang baik oleh auditor negara.
Tidak banyak daerah yang mampu menjaga konsistensi tersebut dalam waktu yang panjang.
Uang Daerah Mengalir ke Mana?
Bagi masyarakat, angka-angka APBD mungkin terdengar rumit.
Namun pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya soal laporan keuangan.
Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran itu kembali ke masyarakat melalui pembangunan jalan, layanan kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga berbagai program pelayanan publik.
Karena itu, realisasi pendapatan yang tinggi dan belanja yang terkendali menjadi indikator penting bahwa roda pemerintahan berjalan sesuai rencana.
Pinrang dan Bahasa Angka
Dalam dunia pemerintahan, angka sering kali berbicara lebih keras daripada pidato.
Dan tahun ini, Pinrang memiliki beberapa angka yang layak dicatat:
- 97,55 persen realisasi pendapatan daerah.
- 96,11 persen realisasi belanja daerah.
- Rp22 miliar lebih surplus anggaran.
- 14 kali berturut-turut meraih Opini WTP.
Empat angka itu kini menjadi gambaran bagaimana Kabupaten Pinrang menutup tahun anggaran 2025.
Bagi pemerintah daerah, ini adalah catatan keberhasilan tata kelola keuangan.
Bagi masyarakat, harapannya sederhana: angka-angka tersebut benar-benar bermuara pada pembangunan dan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya. (*)
