Parepare, katasulsel.com – Cuaca di Kota Parepare terasa cukup terik pada Sabtu siang (27/6/2026).
Suhu udara mencapai 33 derajat Celsius, membuat banyak warga memilih berteduh atau membatasi aktivitas di bawah sinar matahari langsung.
Namun di balik panasnya cuaca, tersimpan satu kabar yang cukup menenangkan.
Angkanya 12,9.
Bukan harga kebutuhan pokok.
Bukan pula angka inflasi.
Melainkan kadar partikel PM2.5 yang menjadi indikator utama kualitas udara di Parepare.
Data pemantauan menunjukkan kualitas udara Parepare berada di angka 58 AQI atau kategori sedang, kondisi yang masih tergolong aman untuk mayoritas masyarakat.
Banyak warga setiap hari memantau harga beras, BBM, hingga cuaca.
Namun hanya sedikit yang memperhatikan kualitas udara yang mereka hirup sejak pagi hingga malam.
Padahal udara adalah kebutuhan yang tidak pernah berhenti digunakan.
Setiap menit.
Setiap detik.
Hari ini, warga Parepare masih menikmati udara yang relatif bersahabat dibanding sejumlah kota besar yang kerap bergulat dengan polusi tinggi.
Sebagai kota pesisir yang terbuka ke arah laut, Parepare mendapat keuntungan dari pergerakan angin yang cukup stabil.
Siang ini kecepatan angin tercatat mencapai 18 kilometer per jam, membantu sirkulasi udara tetap berjalan.
Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang menjaga konsentrasi polutan tidak melonjak tajam.
Meski demikian, para pemerhati lingkungan mengingatkan bahwa kualitas udara yang baik bukan alasan untuk lengah.
Pertumbuhan kendaraan dan aktivitas perkotaan tetap menjadi tantangan yang harus diantisipasi.
Selain AQI 58 dan PM2.5 sebesar 12,9, ada angka lain yang patut diperhatikan.
Yaitu 2.400 pengikut pemantauan kualitas udara Parepare yang secara aktif memonitor kondisi udara kota ini.
Angka tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan mulai meningkat.
Sebab kualitas udara bukan hanya soal kenyamanan.
Tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
Parepare dikenal sebagai kota pelabuhan, kota jasa, dan salah satu pusat ekonomi di kawasan Ajatappareng.
Namun ada satu aset yang sering luput dari perhatian.
Yakni udara yang masih relatif baik untuk dihirup.
Hari ini, angka 58 mungkin terlihat biasa.
Tetapi bagi banyak kota yang setiap hari berhadapan dengan polusi berat, angka itu adalah kabar yang layak disyukuri.
Karena tidak semua daerah bisa menikmati langit yang sama.(*)
