Pinrang, katasulsel.com — Aktivitas lalu lintas di Jalan Poros Pinrang–Parepare mendadak lumpuh sesaat setelah terjadi kecelakaan maut yang merenggut dua korban jiwa, Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.

Kecelakaan terjadi di kawasan Lappa-lappae, Kelurahan Tellumpanua, Kabupaten Pinrang. Dua pria yang berboncengan sepeda motor meninggal dunia setelah ditabrak sebuah mobil yang diduga sedang melakukan manuver mendahului kendaraan di depannya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mobil tersebut bergerak dari arah Pinrang menuju Parepare. Saat melintas di lokasi kejadian, pengemudi berusaha mengambil jalur kanan untuk menyalip kendaraan lain yang berada di depannya.

Namun upaya itu berubah menjadi tragedi.

Diduga karena jarak yang terlalu dekat dan ruang yang terbatas, mobil tersebut masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan sepeda motor yang datang dari arah Parepare menuju Pinrang.

Benturan keras membuat dua pengendara motor mengalami luka fatal. Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa kedua korban tidak dapat diselamatkan.

Kasat Lantas Polres Pinrang, AKP Andi Sriulva Baso Paduppa, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan mengakibatkan dua orang pengendara motor meninggal dunia.

“Kecelakaan antara mobil menabrak motor dan mengakibatkan dua orang pengendara motor meninggal,” ujarnya.

Dari hasil keterangan awal, pengemudi mobil disebut tengah berusaha mendahului kendaraan lain, termasuk sebuah truk tronton yang berada di depannya.

Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terkait identitas korban maupun pengemudi mobil serta mengumpulkan keterangan saksi di lokasi kejadian.

Sementara itu, jenazah kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Andi Makkasau Parepare untuk penanganan lebih lanjut. Keluarga korban juga telah menerima kabar duka tersebut.

Peristiwa ini kembali menambah daftar kecelakaan fatal di jalur trans Sulawesi yang menghubungkan Pinrang dan Parepare. Jalur yang setiap hari dipadati kendaraan pribadi maupun angkutan barang itu kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama saat pengendara melakukan manuver mendahului tanpa memperhitungkan kondisi lalu lintas dari arah berlawanan.(*)