Anisa Azzahra
PINRANG β Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga melalui inovasi pengolahan daun kelor di Desa Ujung Labuang, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Ujung Labuang tersebut mengangkat tema “Pemanfaatan Tanaman Obat untuk Mendukung Kesehatan Keluarga” dan bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat daun kelor (Moringa oleifera) sebagai tanaman berkhasiat yang dapat diolah menjadi pangan fungsional bernilai gizi tinggi.
Program ini merupakan inisiatif individu Anisa Azzahra, mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin, yang ingin mendorong pemanfaatan potensi tanaman lokal untuk mendukung kesehatan masyarakat.
Kegiatan dihadiri Kepala Desa Ujung Labuang bersama sejumlah warga yang antusias mengikuti rangkaian sosialisasi dan demonstrasi pengolahan daun kelor.
Dalam pemaparannya, Anisa menjelaskan berbagai kandungan nutrisi daun kelor yang dikenal kaya vitamin, mineral, antioksidan, serta memiliki potensi mendukung kesehatan tubuh apabila dikonsumsi secara rutin.
Selain memberikan edukasi mengenai manfaat tanaman obat keluarga, peserta juga diajak melihat secara langsung proses pembuatan puding daun kelor, salah satu inovasi pangan sehat yang dinilai mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.
Menurut Anisa, inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan daun kelor yang lebih menarik sehingga mampu meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi tanaman lokal yang kaya manfaat.
βDaun kelor merupakan tanaman yang mudah ditemukan di Desa Ujung Labuang dan memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi kesehatan. Melalui inovasi pembuatan puding daun kelor, kami berharap masyarakat memperoleh inspirasi untuk mengolah tanaman lokal menjadi makanan yang sehat, menarik, dan dapat dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga,β ujarnya.
Kepala Desa Ujung Labuang menyampaikan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini membuka wawasan masyarakat mengenai potensi daun kelor yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai sayuran, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah.
βKami mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin. Edukasi ini memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat bahwa daun kelor tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan yang sehat, bergizi, dan memiliki nilai tambah,β katanya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sehingga manfaat tanaman kelor dapat dirasakan lebih luas.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Unhas mendorong pengembangan diversifikasi pangan berbasis potensi lokal yang mudah diterapkan di lingkungan keluarga.
Selain meningkatkan konsumsi pangan bergizi, pemanfaatan daun kelor juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga melalui penggunaan tanaman obat yang tersedia di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan di Kabupaten Pinrang.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita pinrang Hari Ini .
