Pinrang, Katasulsel.com — Dari kejauhan, Lero terlihat seperti sebuah kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan Parepare, dipisahkan oleh perairan Teluk Parepare.

Namun, posisi itu bukan sekadar soal letak geografis.

Di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, kawasan yang kini dikenal sebagai Desa Lero tersebut menyimpan cerita tentang pelaut, pedagang, masyarakat Mandar, dan perjalanan sebuah permukiman yang tumbuh di tepi laut.

Riwayat lokal Desa Lero menyebut kawasan ini dahulu menjadi tempat persinggahan para pelaut dan pedagang yang hendak melanjutkan perjalanan ke daerah lain. Cerita tersebut juga mengaitkan perkembangan awal Lero dengan seorang nakhoda dan pedagang bernama Ibrahim atau La Bora sekitar 1903.

Tetapi cerita Lero sebenarnya menjadi lebih menarik ketika dilihat dalam konteks sejarah pesisir Suppa.

Sebab jauh sebelum Lero dikenal seperti sekarang, kawasan Suppa telah memiliki posisi penting dalam jaringan perdagangan maritim Sulawesi Selatan.

Ketika laut menjadi jalur perdagangan

Kajian sejarah mengenai Konfederasi Ajatappareng mencatat bahwa Suppa berkembang menjadi salah satu bandar niaga penting.

Jaringan perdagangan Suppa terhubung dengan wilayah pedalaman seperti Sidenreng, Rappang dan Alitta. Komoditas dari daerah pedalaman kemudian bergerak menuju kawasan pesisir, membuat hubungan antara wilayah pertanian dan pelabuhan semakin kuat.

Pada abad ke-15, Suppa bahkan disebut berkembang menjadi bandar niaga utama di wilayah Ajatappareng. Letaknya di pesisir barat Sulawesi Selatan membuat Suppa berada dalam jalur perdagangan maritim yang menghubungkan berbagai kawasan.

Sumber lain dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan juga menggambarkan Suppa dan Sawitto sebagai kerajaan yang memiliki kekuatan maritim dan berperan dalam perdagangan di pesisir barat Sulawesi.

Artinya, laut di sekitar Pinrang bukan sekadar batas wilayah.

Pada masa lalu, laut justru menjadi jalan yang menghubungkan Pinrang dengan dunia luar.

Kapal asing pernah singgah di Suppa

Catatan sejarah mengenai Suppa menunjukkan betapa pentingnya posisi kawasan ini.

Sebuah kajian mengenai sejarah naskah Nusantara menyebut Suppa sebagai pelabuhan di pesisir barat Sulawesi Selatan pada abad ke-16. Pelabuhan tersebut didatangi kapal-kapal asing dan pedagang dari sejumlah wilayah, termasuk Melaka, Pahang dan Patani.

Suppa juga disebut sebagai pusat perdagangan antarpulau yang berkembang sebelum abad ke-17.

Bahkan, catatan mengenai kedatangan penjelajah Portugis António de Paiva ke Suppa pada pertengahan abad ke-16 menjadi salah satu jejak hubungan kawasan ini dengan jaringan perdagangan internasional pada masa itu.

Jadi, ketika membicarakan Lero hari ini, ceritanya tidak berdiri sendiri.

Ia berada dalam lanskap pesisir yang sejak berabad-abad sebelumnya telah menjadi bagian dari aktivitas pelayaran dan perdagangan.

Lero dan jejak masyarakat Mandar

Memasuki periode yang lebih dekat dengan masa kini, Lero memiliki cerita lain.

Penelitian sejarah mengenai masyarakat Mandar di Lero mencatat kedatangan masyarakat Mandar ke kawasan tersebut sejak sekitar 1903.

Penelitian itu menggunakan pendekatan sejarah dan melakukan wawancara serta observasi lapangan. Hasilnya mencatat bahwa kedatangan masyarakat Mandar berlangsung secara bertahap, dengan faktor ekonomi dan situasi di wilayah Mandar sebagai bagian dari latar belakang perpindahan tersebut.

Dalam riwayat lokal Lero, La Bora disebut sebagai salah satu tokoh awal yang berkaitan dengan perkembangan permukiman tersebut.

Versi cerita yang berkembang di masyarakat menyebut La Bora sebelumnya berlayar dan berdagang di sepanjang pesisir. Setelah melihat kawasan tanjung di seberang Parepare, ia kemudian memiliki keinginan untuk menetap di sana.

Bagian ini penting dibaca sebagai riwayat lokal yang terdokumentasi melalui penelitian dan wawancara, bukan sebagai fakta yang berdiri tanpa konteks.

Justru di situlah menariknya sejarah Lero.

Ada dokumen dan penelitian, tetapi ada pula ingatan masyarakat yang membantu menjelaskan bagaimana sebuah permukiman tumbuh.

Dari tempat singgah menjadi kampung

Lero kemudian berkembang bersama masyarakatnya.

Letaknya yang berada di kawasan pesisir membuat hubungan dengan laut tetap menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.

Sampai hari ini, Lero tetap dikenal sebagai salah satu kawasan pesisir di Kecamatan Suppa.

Cerita masa lalunya pun tidak hanya berkaitan dengan pelayaran.

Penelitian mengenai masyarakat Mandar di Lero mencatat perkembangan kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi dan agama masyarakat setelah kedatangan mereka, sekaligus bertahannya budaya khas yang dibawa komunitas tersebut.

Dengan begitu, kisah Lero bukan hanya cerita tentang sebuah kampung di seberang Parepare.

Ia juga menjadi cerita tentang pertemuan manusia dengan laut, perdagangan dengan permukiman, serta perpindahan masyarakat yang kemudian membentuk identitas sebuah tempat.

Pinrang dan sejarah yang menghadap ke laut

Selama ini, cerita tentang Pinrang mungkin lebih sering dikaitkan dengan pertanian, pemerintahan, atau perkembangan wilayah daratan.

Padahal, sisi pesisirnya memiliki cerita yang tidak kalah panjang.

Suppa pernah menjadi bandar niaga penting.

Pedagang dari berbagai kawasan pernah datang.

Komoditas dari pedalaman mengalir menuju pesisir.

Dan masyarakat dari berbagai latar belakang kemudian ikut membentuk kehidupan kawasan tersebut.

Lero adalah salah satu bagian dari cerita panjang itu.

Hari ini, orang bisa memandang Parepare dari pesisir Lero.

Namun jika melihat lebih jauh ke belakang, laut yang terbentang di antara keduanya bukan hanya pemisah.

Bagi masyarakat masa lalu, laut adalah jalan.

Jalan bagi kapal untuk datang.

Jalan bagi pedagang membawa barang.

Jalan bagi orang-orang berpindah dan mencari kehidupan baru.

Dan dari perjalanan itulah sebuah kampung seperti Lero tumbuh.

Sebuah kampung di ujung Pinrang yang ternyata menyimpan cerita jauh lebih panjang daripada yang terlihat dari garis pantainya.(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Parepare Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Parepare hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Parepare terbaru di sini