PINRANG, Katasulsel.com – Persoalan administrasi kependudukan masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Mulai dari kartu keluarga yang belum diperbarui, akta kelahiran yang belum dimiliki anak, hingga dokumen kependudukan yang tidak sesuai kondisi terbaru. Kondisi inilah yang mendorong Tim Penggerak PKK Kabupaten Pinrang mengambil peran lebih aktif melalui Program Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK).

Komitmen tersebut ditunjukkan saat TP PKK Kabupaten Pinrang mengikuti sosialisasi Program KISAK yang digelar TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan secara hybrid, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara TP PKK dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam mendorong masyarakat agar semakin sadar pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan valid.

Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Naoemi Octarina, mengatakan kesadaran administrasi kependudukan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, keluarga menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap anggota keluarga memiliki identitas resmi yang dibutuhkan untuk mengakses berbagai layanan negara.

“Keluarga adalah tempat pertama membangun kesadaran administrasi kependudukan. Jika kesadaran itu tumbuh dari rumah, maka akan lebih mudah diterapkan di masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai jaringan TP PKK yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi kekuatan besar untuk menyampaikan edukasi secara langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang, Sri Widiyati A. Irwan, menegaskan bahwa dokumen kependudukan bukan sekadar lembaran administrasi, melainkan kunci utama yang membuka akses warga terhadap berbagai layanan publik.

Menurut Sri Widiyati, masih banyak masyarakat yang menganggap pengurusan dokumen kependudukan sebagai hal sepele, padahal keberadaannya sangat menentukan dalam berbagai urusan, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial hingga pelayanan pemerintahan lainnya.

“Kartu keluarga, KTP elektronik, akta kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya merupakan hak dasar warga negara. Karena itu masyarakat perlu memastikan seluruh dokumen tersebut lengkap dan sesuai kondisi terkini,” katanya.

Melalui Program KISAK, lanjut Sri Widiyati, TP PKK Pinrang akan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar kesadaran tertib administrasi dapat tumbuh dari lingkungan keluarga.

Menurutnya, semakin baik kualitas data kependudukan, maka semakin mudah pula pemerintah menghadirkan program pembangunan yang tepat sasaran.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, A. Calo Kerrang, yang hadir mewakili Bupati Pinrang, menyebut administrasi kependudukan sebagai fondasi utama pelayanan publik.

Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh layanan pemerintah mensyaratkan dokumen kependudukan sebagai dasar verifikasi data. Karena itu, masyarakat diimbau untuk segera mengurus maupun memperbarui dokumen yang masih bermasalah.

“Data kependudukan yang akurat sangat penting. Selain memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan, data tersebut juga menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap Program KISAK tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan.

Dengan data yang semakin tertib dan akurat, pelayanan publik diharapkan menjadi lebih efektif, sementara berbagai program pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (*)