Pinrang, Katasulsel.com – Saat sebagian orang masih terlelap selepas subuh, anak-anak di Desa Malimpung sudah mulai membuka mushaf Al-Qur’an.
Di wilayah perbatasan Kabupaten Pinrang dan Enrekang itu, suara lantunan ayat suci kini menjadi bagian dari rutinitas pagi para santri kecil yang ingin belajar mengaji.
Program pembinaan Al-Qur’an ini digerakkan oleh LAZNAS BMH Sulawesi Selatan bersama Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan sebagai upaya menghadirkan pendidikan agama hingga ke daerah yang jauh dari pusat perkotaan.
Dibimbing oleh dai Ustadz Sudirman, S.E., kegiatan tersebut berlangsung setiap hari mulai selepas salat Subuh hingga menjelang salat Syuruk.
Bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an, para santri juga mendapatkan pembinaan tajwid serta pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman secara gratis.
Bagi masyarakat Malimpung, kehadiran program ini menjadi angin segar.
Sebab, sebagian besar warga setempat berprofesi sebagai petani. Kesibukan bekerja dan keterbatasan tenaga pengajar sebelumnya menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak yang ingin memperdalam kemampuan membaca Al-Qur’an.
Kini, anak-anak di wilayah perbatasan tersebut memiliki ruang belajar yang lebih dekat dengan lingkungan mereka.
“Hadir di tengah anak-anak yang tinggal jauh dari perkotaan merupakan amanah yang kami syukuri. Kami berusaha membersamai mereka belajar Al-Qur’an tanpa memungut biaya sedikit pun,” ujar Ustadz Sudirman.
Program ini menjadi gambaran bahwa pendidikan keagamaan tidak hanya tumbuh di kota-kota besar.
Dari sebuah desa di perbatasan Pinrang-Enrekang, semangat mencetak generasi Qur’ani terus bergerak melalui kolaborasi dai dan lembaga sosial.
Melalui sinergi Posdai Hidayatullah Sulsel dan LAZNAS BMH Sulsel, diharapkan semakin banyak anak-anak daerah terpencil mendapatkan kesempatan belajar Al-Qur’an, membangun akhlak, serta tumbuh menjadi generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat. (FungFi)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
