PINRANG, Katasulsel.com β Kabupaten Pinrang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan. Komitmen itu ditunjukkan melalui dukungan penuh terhadap penerapan Pertanian Modern β Advanced Agriculture System (PM-AAS), sebuah sistem budidaya padi modern yang digadang-gadang mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang Andi Sinapati Rudi, dalam rapat koordinasi perluasan penerapan PM-AAS tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel.
Rapat yang digelar sebagai bagian dari strategi nasional menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan 2026 itu membahas target penerapan PM-AAS seluas 1 juta hektare di seluruh Indonesia.
Dalam agenda tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen pencapaian target PM-AAS Sulawesi Selatan seluas 91.340 hektare, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung transformasi sektor pertanian berbasis teknologi dan efisiensi.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Taufiq Ratule, berharap Sulawesi Selatan mampu menjadi daerah pelopor dalam penerapan sistem pertanian modern yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman, yang mewakili Gubernur Sulsel, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program berjalan optimal di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan PM-AAS tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga seluruh pemangku kepentingan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi menyatakan optimistis bahwa modernisasi pertanian akan membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, khususnya petani yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Mayoritas masyarakat Kabupaten Pinrang menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian. Karena itu, setiap inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani tentu akan kami dukung sepenuhnya,” tegas Sudirman.
Ia menjelaskan, penerapan sistem PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, menekan biaya produksi, mempercepat proses budidaya, serta menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dibanding metode konvensional.
Tidak hanya itu, modernisasi pertanian juga diyakini akan memperkuat daya saing petani Pinrang dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin dinamis dan kompetitif.
Sebagai daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyangga pangan nasional, Pinrang disebut memiliki potensi besar untuk menjadi contoh sukses penerapan sistem pertanian modern di Sulawesi Selatan.
“Kami siap mengambil bagian dalam implementasi PM-AAS sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Pinrang sebagai daerah strategis penopang ketahanan pangan nasional,” lanjutnya.
Sudirman berharap program ini tidak hanya menjadi target administratif semata, tetapi benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan pendapatan petani, terjaminnya ketersediaan pangan, serta terwujudnya sektor pertanian yang lebih maju, modern, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah, Pinrang kini bersiap memasuki babak baru pembangunan pertanian berbasis teknologi yang diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat pangan.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita pinrang Hari Ini .
