Pinrang, Katasulsel.com — Dari kejauhan, rumah ini mungkin terlihat seperti bangunan biasa. Namun begitu diperhatikan, ada satu hal yang langsung membuat orang bertanya-tanya: hampir seluruh bagian rumah dilapisi keramik.

Rumah dua lantai di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, itu belakangan menjadi perhatian setelah tampil di media sosial.

Bukan karena desainnya mewah.

Justru karena pemiliknya memilih cara yang tidak biasa untuk merawat rumah.

Dinding luar, teras, balkon hingga sejumlah ruangan di dalam rumah nyaris tidak menyisakan tempat untuk cat. Semuanya ditutup keramik.

Pilihan itu ternyata bukan sekadar soal gaya.

Ada cerita panjang di baliknya.

Dibangun Sejak 1996, Keramik Jadi Pilihan Keluarga

Rumah tersebut mulai dibangun pada 1996 dan ditempati keluarga sejak 1997.

Rusmaladewi, anak pemilik rumah yang akrab disapa Mala, mengungkap alasan keluarganya memilih keramik sebagai pelapis sebagian besar bangunan.

Tujuannya sederhana: agar tidak perlu repot mengecat rumah berulang kali.

“Alasan rumah dikeramik supaya nggak ribet lagi ganti-ganti cat rumah,” kata Mala.

Keputusan yang dibuat hampir tiga dekade lalu itu ternyata masih bertahan hingga sekarang.

Bahkan, rumah tersebut justru memiliki tampilan yang membuat banyak orang penasaran setelah fotonya beredar di media sosial.

Bukan Cuma Unik, Ada Alasan di Balik Keramik di Bagian Depan

Bagian yang paling mencolok adalah fasad rumah.

Permukaannya didominasi keramik dengan perpaduan warna yang cukup berani, termasuk putih, pink, merah dan biru.

Menurut Mala, keramik pada bagian depan rumah memiliki fungsi tersendiri.

Rumah tersebut berhadapan langsung dengan sinar matahari pagi. Karena itu, keramik dipilih agar warna dinding tidak mudah pudar sekaligus mengurangi masalah jamur.

Dengan begitu, keluarga tidak harus terlalu sering melakukan pengecatan atau perawatan dinding.

Rumah Tetap Adem Tanpa AC

Ada satu hal lain yang membuat konsep rumah ini semakin menarik.

Meskipun hampir seluruh bangunannya menggunakan keramik, penghuni rumah mengaku tidak perlu memasang pendingin udara atau AC.

Suhu di dalam rumah disebut tetap terasa sejuk sepanjang hari.

“Plusnya punya rumah seperti ini, rumahnya adem dan nggak pusing lagi deh kalau ada tembok yang retak-retak,” tutur Mala.

Bagi keluarga tersebut, keramik akhirnya bukan sekadar ornamen.

Ia menjadi bagian dari strategi perawatan rumah yang sudah digunakan selama bertahun-tahun.

Hampir Semua Ruangan Ikut Dikeramik

Jika biasanya keramik hanya digunakan pada lantai atau kamar mandi, rumah di Pinrang ini justru mengambil pendekatan berbeda.

Teras, balkon, kamar tidur, kamar mandi hingga musala turut menggunakan keramik.

Hanya bagian dalam lantai satu yang tidak seluruhnya menggunakan keramik.

Mala memperlihatkan kondisi rumah tersebut melalui unggahan Instagram. Dari situlah perhatian warganet mulai tertuju pada konsep rumah yang tergolong tidak biasa tersebut.

Rumah ini sekaligus memperlihatkan bahwa desain rumah tidak selalu harus mengikuti tren.

Hampir 30 tahun lalu, keluarga di Pinrang itu sudah memilih konsep yang mungkin baru terasa unik ketika dilihat orang sekarang: tidak sibuk mengecat dinding, cukup membersihkan keramik.

Dan ternyata, pilihan yang awalnya dibuat agar praktis itu justru membuat rumah mereka viral. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita pinrang Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar pinrang hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita pinrang terbaru di sini