Barru, Katasulsel.com — Upaya pencegahan stunting tidak selalu harus dimulai dari program besar. Di Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) memilih memulai dari dapur rumah tangga.
Melalui program GEMA PIRING BOJO (Gerakan Edukasi Protein Hewani dan Isi Piringmu Sehat), mahasiswa KKN-PK Unhas Angkatan 69 membekali para ibu balita dan kader kesehatan dengan pengetahuan tentang pentingnya gizi seimbang dan keamanan pangan untuk tumbuh kembang anak.
Program tersebut dilaksanakan secara bertahap di Posyandu Kuncup Mekar 3 pada 22 Juli 2026 dan Posyandu Mekar Bersama pada 6 Agustus 2026.
Sasaran utamanya adalah ibu balita yang menjadi garda terdepan dalam menentukan pola makan anak di rumah.
Cegah Stunting dari Isi Piring
Kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terkait gizi dan keamanan pangan sebelum edukasi diberikan.
Para peserta juga mendapatkan leaflet edukatif yang dapat dibawa pulang sebagai panduan dalam menerapkan pola makan sehat di rumah.
Menariknya, edukasi tidak hanya disampaikan melalui ceramah.
Mahasiswa KKN-PK Unhas menghadirkan demonstrasi langsung mengenai cara memilih bahan pangan segar seperti ikan dan telur, teknik penyimpanan yang benar, hingga cara mencairkan ikan beku secara aman agar kualitas gizinya tetap terjaga.
Materi tersebut dibawakan oleh Nabila Hanifah dari Program Studi Kedokteran Hewan.
Peserta juga diperkenalkan dengan prinsip pangan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) sebagai dasar dalam mengelola bahan makanan keluarga.
Protein Hewani Jadi Fokus Utama
Selanjutnya, Andini Stefani Yusri dari Program Studi Ilmu Gizi menjelaskan pentingnya protein hewani dalam mendukung pertumbuhan anak, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi periode krusial dalam pencegahan stunting.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep “Isi Piringku”, pemenuhan gizi balita, serta contoh menu Makanan Pendamping ASI (MPASI) berbasis pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat pesisir.
Mahasiswa menekankan bahwa bahan pangan lokal seperti ikan dan telur memiliki kandungan gizi tinggi serta dapat menjadi pilihan ekonomis bagi keluarga.
Ibu Balita Antusias Bertanya
Suasana edukasi berlangsung interaktif.
Para ibu balita dan kader kesehatan aktif bertanya mengenai cara menyimpan ikan dan telur agar tidak cepat rusak, strategi menghadapi anak yang sulit makan, hingga variasi menu MPASI yang disukai anak.
Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan solusi langsung atas berbagai persoalan yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Staf Gizi Puskesmas Palakka Bojo Baru yang turut hadir juga memberikan penguatan terhadap materi yang disampaikan.
Menurut pihak puskesmas, edukasi mengenai protein hewani lokal dan keamanan pangan sangat mendukung program percepatan penurunan stunting yang sedang dijalankan pemerintah, khususnya di wilayah pesisir.
Harapan Lahirnya Generasi Bebas Stunting
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, peserta kembali mengisi post-test setelah seluruh materi selesai diberikan.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan untuk melihat peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi.
Melalui Program GEMA PIRING BOJO, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni memilih bahan pangan yang baik, mengolahnya dengan benar, dan memastikan anak mendapatkan asupan protein yang cukup setiap hari.
Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan terbebas dari ancaman stunting di Desa Bojo maupun wilayah lainnya di Kabupaten Barru.
Penulis: Andini Stefani Yusri
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Barru Hari Ini .
