Tim (KKN Unhas) Desa Batupute
Barru, katasulsel.com – Di banyak desa, pohon kelor dan tanaman bidara tumbuh begitu saja di halaman rumah atau kebun warga.
Sering dianggap biasa, bahkan tak jarang hanya dimanfaatkan seperlunya.
Namun di Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, dua tanaman lokal itu kini mulai dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan 69 Universitas Hasanuddin mengajak masyarakat mengenali potensi besar yang tersimpan di balik daun kelor dan daun bidara melalui sebuah workshop bertajuk “Optimalisasi Potensi Herbal Lokal: Workshop Inovasi Daun Kelor dan Bidara bagi Warga Desa Batupute”.
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Ujunge itu menyasar kader Posyandu dan masyarakat setempat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan tanaman herbal lokal menjadi produk kesehatan yang bernilai guna.
Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga diajak melihat langsung proses pengolahan daun kelor menjadi teh herbal dan daun bidara menjadi bedak dingin yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemilihan Dusun Ujunge bukan tanpa alasan.
Wilayah tersebut dikenal memiliki banyak tanaman kelor yang tumbuh subur di sekitar permukiman warga. Namun hingga kini pemanfaatannya masih didominasi sebagai bahan sayuran dan belum banyak dikembangkan menjadi produk kesehatan yang memiliki nilai tambah.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya membuka wawasan masyarakat bahwa sumber daya lokal yang tersedia di sekitar mereka dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, hingga teknik pengolahan yang tepat agar manfaat tanaman tetap terjaga.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan teh herbal daun kelor dan bedak dingin berbahan dasar daun bidara.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta terlihat aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai manfaat tanaman herbal yang selama ini tumbuh di sekitar lingkungan mereka.
Mereka juga berkesempatan mencicipi teh daun kelor hasil olahan yang dibuat selama kegiatan berlangsung.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Batupute memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin yang dinilai mampu menghadirkan edukasi kesehatan berbasis potensi lokal.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 69 Universitas Hasanuddin ini. Workshop ini memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan daun kelor dan daun bidara yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan menjadi produk kesehatan yang bermanfaat. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mendukung kesehatan keluarga,” ujarnya.
Antusiasme warga juga terlihat dari respons peserta yang mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti workshop.
Salah seorang peserta mengatakan selama ini dirinya hanya mengenal daun kelor sebagai bahan makanan sehari-hari, sementara daun bidara belum pernah dimanfaatkan secara khusus.
“Selama ini saya hanya mengetahui daun kelor sebagai sayuran, sedangkan daun bidara belum pernah saya manfaatkan. Setelah mengikuti workshop ini, saya jadi memahami bahwa kedua tanaman tersebut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan dapat diolah menjadi teh herbal maupun bedak dingin. Ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat dan insyaallah akan saya praktikkan di rumah serta saya bagikan kepada keluarga dan tetangga,” tuturnya.
Program ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta poin ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Melalui edukasi sederhana namun aplikatif ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Batupute tidak hanya semakin memahami manfaat tanaman herbal lokal, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga.
Lebih jauh lagi, pemanfaatan kelor dan bidara diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya hidup sehat masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah terhadap potensi sumber daya lokal yang selama ini tersedia melimpah di lingkungan mereka. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
