Andini Anis Amelia M
Barru, Katasulsel.com β Masalah gigi berlubang kerap dianggap sepele. Padahal, dari ruang kelas sekolah dasar, persoalan itu bisa menjadi awal terganggunya kesehatan anak. Kesadaran inilah yang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menghadirkan program CERIA (Cegah Karies sejak Dini melalui Edukasi dan Simulasi) di UPTD SDN 94 Barru, Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja.
Bukan sekadar datang memberi penyuluhan lalu pulang. Mahasiswa Unhas memilih cara yang lebih membumi: mengajak anak-anak belajar sambil bermain, memahami kesehatan gigi melalui edukasi interaktif dan praktik langsung menyikat gigi yang benar.
Sejak awal kegiatan, para siswa diajak mengenali kondisi pengetahuan mereka melalui pre-test. Hasilnya menjadi pijakan bagi tim KKN untuk menyampaikan materi tentang penyebab karies, dampaknya terhadap kesehatan, hingga pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak usia dini.
Suasana kelas pun berubah menjadi ruang belajar yang hidup. Gambar-gambar edukatif, diskusi ringan, hingga demonstrasi menggunakan model gigi raksasa membuat siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Puncaknya terjadi saat sesi simulasi. Dengan sikat gigi di tangan, para siswa mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi yang benar. Satu per satu gerakan diperagakan dan diikuti dengan penuh semangat.
Untuk memastikan pesan kesehatan tidak berhenti di ruang kelas, mahasiswa juga membagikan poster dan leaflet CERIA yang berisi panduan sederhana menjaga kesehatan gigi. Media edukasi itu diharapkan menjadi pengingat bagi siswa ketika kembali ke rumah.
Penanggung jawab program, Andini Anis Amelia M., mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, mengatakan kebiasaan kecil yang dilakukan secara benar dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan anak.
βMelalui program CERIA, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak dini. Menyikat gigi dengan teknik yang tepat merupakan langkah sederhana, tetapi sangat efektif dalam mencegah karies dan menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang,β ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya, menjawab kuis, hingga bersemangat saat mengikuti praktik menyikat gigi. Di akhir kegiatan, post-test kembali dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah menerima materi edukasi.
Program CERIA menjadi salah satu contoh bagaimana kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga membawa solusi nyata bagi persoalan kesehatan dasar. Dari sebuah sekolah di Desa Libureng, benih kesadaran menjaga kesehatan gigi mulai ditanam.
Harapannya sederhana: anak-anak tidak hanya pulang dengan pengetahuan baru, tetapi juga membawa kebiasaan baik yang dapat diterapkan setiap hari dan ditularkan kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Sebab, senyum sehat selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan sejak dini. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Barru Hari Ini .
