Wajo Jalan Masjid Raya Sengkang berubah jadi panggung kebaikan Sabtu sore kemarin. Di tengah hiruk-pikuk arus kendaraan jelang buka puasa, Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Rosid Ridho, hadir bak “komandan hati rakyat”, turun langsung membagikan ratusan paket takjil ke pengendara mobil, bemor, sepeda motor, hingga pejalan kaki.

Tak cuma bagi-bagi makanan, Kapolres Ridho ngobrol santai dengan warga, senyum ramah menghiasi wajahnya. Pendekatan ini bukan gaya basa-basi: setiap paket takjil yang diterima warga diselipkan pesan humanis tentang tertib berlalu lintas dan safety riding. “Ramadan ini momentum kita memperkuat silaturahmi, sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan di jalan,” ujarnya sambil menepuk pundak seorang pengendara motor.

Personel Sat Lantas dan Bhayangkari tampak aktif, tapi aura berbeda muncul ketika Kapolres hadir: sikap persuasifnya jadi magnet, membuat warga tak hanya menerima takjil, tapi juga merasakan kedekatan emosional dengan aparat. Sekali lagi, Kapolres Ridho membuktikan bahwa Polri bisa jadi sahabat, pelindung, sekaligus guru di jalan raya.

Aksi ini pun menghadirkan sisi unik: warga menyebutnya “Ngabuburit Bareng Kapolres”, istilah populer yang kini viral di grup WhatsApp lokal. Setiap senyum, setiap sapaan, setiap paket takjil, menjadi bukti bahwa kepolisian tak hanya menegakkan hukum, tapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Di bulan Ramadan ini, Kapolres Wajo berhasil membawa energi positif, mengubah momen berbuka puasa menjadi ajang kedekatan, edukasi, dan hiburan ringan. Warga pun pulang dengan perut kenyang, hati hangat, dan pesan keselamatan yang menempel di ingatan. (*)

Terima kasih telah membaca Katasulsel.com.
Kami berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang.
Dukung terus jurnalisme jernih kami dan baca berita pilihan lainnya secara gratis di saluran WhatsApp resmi kami: Klik di sini.