Sidrap, katasulsel.com — Sikap Partai NasDem tidak berhenti di level provinsi. Di daerah, nadanya sama: tegas, tapi tetap terukur.
DPD Partai NasDem Sidrap melalui ketuanya, Samsumarlin, angkat bicara. Ia menegaskan, NasDem Sidrap tidak pernah alergi terhadap kritik.
Tapi ada syaratnya: harus sesuai kaidah jurnalistik.
“Kami sangat menghargai semua profesi, termasuk jurnalistik. Tapi kritik itu harus berbasis fakta, berimbang, dan tidak dibangun dari framing yang menyesatkan,” tegas Samsumarlin.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan—bahwa NasDem Sidrap tidak sedang melawan pers. Justru sebaliknya, mereka mengakui peran penting media dalam demokrasi.
Namun, ketika pemberitaan dinilai keluar dari rel?
NasDem Sidrap memilih bersuara.
Hormati Pers, Tapi Jangan Distorsi Fakta
Samsumarlin menekankan, hubungan antara partai politik dan media seharusnya saling menguatkan. Pers sebagai kontrol sosial, partai sebagai representasi rakyat.
“Tapi kalau sudah keluar dari kaidah jurnalistik, itu bukan lagi kritik. Itu bisa menyesatkan publik,” ujarnya.
Bagi NasDem Sidrap, batasnya jelas:
- Kritik = berbasis data
- Pemberitaan = berimbang
- Narasi = tidak menggiring opini liar
Di luar itu, mereka anggap sebagai distorsi.
Tetap di Jalur Perubahan
Di tengah polemik, NasDem Sidrap memastikan arah politiknya tidak berubah.
Mereka tetap berada di jalur perubahan—sesuai garis besar partai.
Bahkan, mereka menegaskan komitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah, khususnya di daerah.
“Kami tetap mendukung program-program pemerintah Kabupaten Sidrap selama itu untuk kepentingan masyarakat,” kata Samsumarlin.
Pesan ini penting. Di tengah kritik terhadap media, NasDem ingin menunjukkan bahwa fokus utama mereka tetap pada pembangunan.
Tidak Anti Kritik, Tapi Anti Manipulasi
Kalimat ini jadi garis tegas.
NasDem Sidrap membuka ruang kritik. Tapi menutup rapat ruang manipulasi persepsi.
“Kami tidak anti kritik. Tapi kami menolak keras jika kritik itu dibungkus dengan narasi yang tidak sesuai fakta,” tegasnya.
Nada ini sejalan dengan sikap DPW Sulsel: kritik diterima, tapi framing menyesatkan dilawan.
Di akhir pernyataannya, Samsumarlin mengajak semua pihak—termasuk media dan masyarakat—untuk menjaga kualitas demokrasi.
Bukan dengan sensasi. Tapi dengan akurasi.
Karena bagi NasDem Sidrap, satu hal yang paling berbahaya bukan kritik—
melainkan persepsi yang dibangun tanpa pijakan fakta. (ed)


