Sidrap, katasulsel.com — Suasana arus lalu lintas di hari ke-3 pascalebaran di Sidrap, Sulsel, Selasa, 24 Maret 2026, lengang, kendaraan rapi, terkendali.

Tidak ada suara klakson panjang. Tidak ada wajah tegang di balik kemudi. Jalanan seperti bernapas lega.

Pemantauan katasulsel.com sejak pagi hingga siang, arus lalu lintas di Sidrap mengalir tertib, lancar. Seolah semua pengendara saling memahami.

Mobil melaju pelan. Motor bergerak santai. Tidak saling serobot. Tidak saling kejar.

Di beberapa ruas utama, kondisi stabil. Tidak ada penumpukan panjang.
Tidak ada titik merah. Yang ada hanya garis kendaraan yang terus bergerak, tanpa hambatan berarti.

Di tengah suasana itu, Herry Hanggoro, Padal Pos Pam Ganggawa, berdiri di persimpangan.

Tegap. Fokus. Tangannya sesekali terangkat memberi isyarat. Peluit berbunyi singkat. Tidak keras. Tapi cukup untuk mengatur ritme jalan.

Gerakannya tegas. Tapi tidak kaku.

Ia bukan sekadar pengatur lalu lintas. Ia adalah penjaga ritme jalan.

Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, menyebut kondisi ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja bersama.

Kesadaran masyarakat meningkat. Petugas siaga.

Semua berjalan seimbang.

Pendekatannya pun tidak kaku. Bukan hanya penindakan. Tapi edukasi. Cara-cara yang dekat dengan masyarakat. Mudah dipahami. Tidak menggurui.

Hasilnya terasa.

Kasat Lantas, Abang Lamuddin, menegaskan hal yang sama. Personel disebar sejak pagi. Di titik-titik rawan. Di simpul-simpul kepadatan.

Tidak menunggu macet. Tapi mencegah sebelum terjadi.

Di lapangan, pengawalan dipimpin langsung oleh IPTU Herry Hanggoro, Padal Pos Pam Ganggawa. Ia tidak hanya memberi komando. Ia turun langsung.

Bersama timnya—Aiptu Muh Amry Barkah, Bripka Suwardi P, Brigpol Taufiq, Briptu Rosyandi—mereka menjaga ritme. Mengatur alur. Mengunci potensi kemacetan sejak awal.

Semua bergerak presisi.

Tidak ada ruang untuk kacau.

Sidrap hari itu bukan sekadar jalan yang lengang.

Ia menjadi cermin.

Bahwa ketertiban bisa lahir dari kesadaran. Bukan dari tekanan.

Dan di tengah arus yang mengalir tenang itu…

para personel tetap berdiri.

Diam.

Mengawasi.

Memastikan satu hal:

semua orang sampai tujuan, tanpa cerita buruk di jalan.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.