📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppIsma Nurul Kirana, salah satu mahasiswa, menambahkan, “Belajar dengan Bu Khaeriyah itu bukan mudah. Tapi hasilnya nyata. Desa kami berubah, kesadaran sehat meningkat, dan balita stunting turun menjadi nol. Itu prestasi yang bikin bangga.”
Dengan pendekatan tegas tapi persuasif, Khaeriyah tidak hanya menjadi pemimpin lapangan, tapi juga simbol dedikasi dan ketangguhan perempuan di dunia pendidikan kesehatan. Sidrap kini punya contoh nyata: perguruan tinggi bukan sekadar tempat belajar, tapi agen perubahan sosial.
Desa Sipodeceng hari ini: bersih, sehat, dan penuh harapan. Semua itu karena satu sosok yang menolak duduk diam di kantor: Khaeriyah Adri, dosen wanita tangguh yang membuat stunting menjadi cerita masa lalu. (*)






Tinggalkan Balasan