Isma Nurul Kirana, salah satu mahasiswa, menambahkan, “Belajar dengan Bu Khaeriyah itu bukan mudah. Tapi hasilnya nyata. Desa kami berubah, kesadaran sehat meningkat, dan balita stunting turun menjadi nol. Itu prestasi yang bikin bangga.”

Dengan pendekatan tegas tapi persuasif, Khaeriyah tidak hanya menjadi pemimpin lapangan, tapi juga simbol dedikasi dan ketangguhan perempuan di dunia pendidikan kesehatan. Sidrap kini punya contoh nyata: perguruan tinggi bukan sekadar tempat belajar, tapi agen perubahan sosial.

Desa Sipodeceng hari ini: bersih, sehat, dan penuh harapan. Semua itu karena satu sosok yang menolak duduk diam di kantor: Khaeriyah Adri, dosen wanita tangguh yang membuat stunting menjadi cerita masa lalu. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini