Jakarta – Kota Pontianak, Kalimantan Barat, resmi masuk radar nasional sebagai pusat pertemuan pelaku usaha, pendamping UMKM, akademisi, investor, hingga pembuat kebijakan dari berbagai daerah dan negara.
Hal itu ditandai dengan peluncuran persiapan Temu Nasional Pendamping (TNP) IV Tahun 2026 yang akan digelar pada 10–16 Agustus 2026 dan dirangkaikan dengan International Conference on Cooperatives, MSMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026, Expo Wirausaha Mahasiswa dan UMKM, serta Semarak Hari Nasional UMKM 2026.
Keputusan tersebut mengemuka dalam Diskusi Terbatas Road to TNP IV Pontianak yang digelar Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Mengusung tema “UMKM Naik Kelas: Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045”, agenda ini diproyeksikan menjadi salah satu forum terbesar yang mempertemukan berbagai elemen penggerak ekonomi kerakyatan dalam satu panggung kolaborasi.
Ketua Umum DPN ABDSI, Bahrul Ulum Ilham, menegaskan bahwa TNP IV bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendampingan UMKM di Indonesia.
“TNP IV akan menjadi panggung kolaborasi nasional. Kami ingin menghadirkan ruang bertemunya pemerintah, akademisi, pelaku usaha, investor, lembaga pembiayaan, komunitas, dan para pendamping UMKM untuk bersama-sama mendorong UMKM Indonesia naik kelas. Pontianak kami siapkan sebagai etalase kolaborasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurut Bahrul, selama sepekan penyelenggaraan nanti, Pontianak akan menjadi titik temu berbagai gagasan dan peluang bisnis melalui konferensi internasional, seminar nasional, business matching, pameran produk unggulan UMKM, expo kewirausahaan mahasiswa, temu jejaring pendamping usaha, hingga forum penyusunan rekomendasi kebijakan pengembangan UMKM dan koperasi.
Dukungan terhadap pelaksanaan TNP IV juga datang dari anggota DPR RI, Syamsu Rizal. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi motor penggerak lahirnya kemitraan baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan daya saing pelaku usaha kecil dan menengah.
“Indonesia membutuhkan ekosistem pemberdayaan UMKM yang terintegrasi. Kehadiran TNP IV di Pontianak diharapkan mampu melahirkan gagasan, kemitraan, dan kebijakan yang semakin memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.
Selain unsur pemerintah dan legislatif, forum Road to TNP IV turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas kewirausahaan, media, hingga mitra pembangunan. Sejumlah organisasi dan institusi yang hadir antara lain APINDO, Tangan Di Atas, Universitas Ciputra Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, serta Politeknik Negeri Media Kreatif.
Dengan skala nasional dan internasional yang diusung, TNP IV 2026 diperkirakan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga membuka peluang investasi, memperluas jejaring usaha, serta mempercepat transformasi UMKM Indonesia menuju pasar yang lebih kompetitif di era ekonomi global.
Pontianak pun bersiap mengambil peran sebagai “ibu kota kolaborasi UMKM” Indonesia pada Agustus 2026 mendatang.
