Sidrap, Katasulsel.com – Jika biasanya jalanan Kabupaten Sidenreng Rappang dipadati petani, pedagang, atau pelaku usaha, pemandangan berbeda terlihat pada Selasa (7/7/2026).

Sebanyak 23 bus memasuki Bumi Nene Mallomo dengan membawa 2.364 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas). Mereka bukan datang untuk berwisata, melainkan menjalankan misi pengabdian di tengah masyarakat selama kurang lebih 45 hari.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.527 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Gelombang 116/69 Tahun 2026 serta 837 mahasiswa Program Belajar Lapangan (PBL) dari rumpun kesehatan.

Kehadiran ribuan mahasiswa itu menjadikan Sidrap seolah berubah menjadi “kampus raksasa” yang membentang dari desa hingga kelurahan.

Penyambutan berlangsung di pelataran Masjid Agung Pangkajene dan dipimpin langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Di hadapan ribuan mahasiswa, Syaharuddin tidak sekadar memberikan sambutan formal. Ia langsung menganggap seluruh mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar Sidrap.

“Selamat datang. Welcome, Ahlan wa Sahlan. Kalian semua adalah anak-anak saya selama berada di Kabupaten Sidrap,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sidrap, kehadiran mahasiswa dalam jumlah besar bukan sekadar agenda rutin tahunan.

Ada misi yang lebih besar di balik kedatangan mereka.

Syaharuddin menilai mahasiswa merupakan jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dari kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta tidak hanya menjalankan program administratif, tetapi benar-benar hadir dan menyatu dengan kehidupan warga.

Menurutnya, pengabdian terbaik lahir dari kemampuan mendengar, melihat, dan memahami persoalan masyarakat secara langsung.

“Jangan datang hanya membawa proposal program. Lihat dulu kondisi lapangan, dengarkan masyarakat, baru susun kegiatan yang benar-benar dibutuhkan,” pesannya.

Bupati juga menaruh harapan besar agar mahasiswa menjadi inspirasi bagi generasi muda Sidrap.

Ia meyakini kehadiran ribuan mahasiswa dapat memotivasi anak-anak desa untuk bercita-cita lebih tinggi dan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Targetnya tidak main-main.

Pemerintah Kabupaten Sidrap ingin menjadikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai salah satu yang terbaik di Sulawesi Selatan, dan kehadiran mahasiswa dianggap sebagai bagian dari upaya tersebut.

Selain membawa ilmu pengetahuan, kedatangan 2.364 mahasiswa juga diperkirakan memberi dampak ekonomi tersendiri bagi masyarakat.

Selama 45 hari, kebutuhan konsumsi, transportasi, tempat tinggal, hingga aktivitas harian mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan ekonomi lokal di berbagai desa dan kelurahan.

Sementara itu, Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Unhas, Syahrianti Saad, berharap mahasiswa tidak hanya menjadi peserta program akademik, tetapi juga mitra pembangunan daerah.

Ia mendorong pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah untuk melibatkan mahasiswa dalam berbagai program dan forum pembangunan.

Dengan begitu, proses belajar tidak hanya terjadi di ruang kuliah, tetapi langsung di tengah masyarakat.

Mulai pekan ini, ribuan mahasiswa tersebut akan menyebar ke berbagai wilayah Sidrap.

Selama satu setengah bulan ke depan, mereka akan hidup berdampingan dengan warga, mengumpulkan data, menyusun program, memberikan edukasi, hingga membantu menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

Bagi Sidrap, kedatangan 2.364 mahasiswa Unhas bukan sekadar program pengabdian.

Ini adalah momentum ketika ribuan anak muda membawa energi, gagasan, dan harapan baru untuk ikut menulis cerita pembangunan dari desa-desa di Bumi Nene Mallomo.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini