Sidrap, Katasulsel.com β Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menunjukkan kekuatannya sebagai salah satu daerah dengan pergerakan ekonomi yang cukup agresif di Sulawesi Selatan. Di tengah upaya menekan kemiskinan dan memperluas akses pembiayaan masyarakat, sejumlah angka ekonomi Sidrap menjadi sorotan dalam pertemuan Bupati Syaharuddin Alrif dengan tiga lembaga keuangan negara, Selasa (7/7/2026).
Tak tanggung-tanggung, Sidrap saat ini tercatat memiliki 182 pabrik pengolahan, sekitar 400 usaha peternakan, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp407 miliar yang telah dinikmati lebih dari 5.700 pelaku usaha.
Data tersebut mengemuka saat Bupati Sidrap menerima audiensi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Perwakilan Sulawesi Selatan di Kantor Bupati Sidrap.
Dalam pertemuan itu, Syaharuddin Alrif memaparkan strategi Pemkab Sidrap dalam menggerakkan ekonomi daerah sekaligus menekan angka kemiskinan hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, ratusan pabrik dan usaha peternakan yang tersebar di berbagai kecamatan tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga didorong untuk berkontribusi langsung terhadap pengurangan kemiskinan di lingkungan sekitarnya.
“Setiap potensi ekonomi harus berdampak pada masyarakat. Karena itu pemerintah terus mendorong agar sektor usaha ikut berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Sidrap juga akan segera mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, tim dari Kementerian PPN/Bappenas dijadwalkan berkunjung ke Sidrap untuk melihat langsung perkembangan pembangunan daerah berdasarkan data statistik terbaru.
Rp704 Miliar Mengalir ke Sidrap
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Hari Utomo, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp704 miliar dana transfer ke daerah untuk Kabupaten Sidrap.
Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 58 persen, menandakan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik terus berjalan.
Selain dana transfer, penyaluran KUR di Sidrap juga menunjukkan geliat ekonomi masyarakat yang cukup tinggi. Hingga pertengahan tahun 2026, total KUR yang tersalurkan telah mencapai Rp407 miliar kepada lebih dari 5.700 pelaku usaha.
Angka itu menjadikan Sidrap sebagai salah satu daerah dengan aktivitas pembiayaan usaha rakyat yang cukup aktif di Sulawesi Selatan.
Kredit Tumbuh, Kredit Macet Tetap Rendah
Di tengah berbagai tantangan ekonomi nasional, OJK mencatat kondisi sektor jasa keuangan di Sidrap masih berada dalam kategori sehat.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyebut pertumbuhan kredit perbankan di Sidrap mencapai 7,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Yang menarik, pertumbuhan tersebut tidak diikuti lonjakan kredit bermasalah. Rasio Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet justru tetap terjaga di level rendah, yakni 1,57 persen.
“Ini menunjukkan sektor usaha di Sidrap masih sehat dan perbankan tetap optimistis menyalurkan pembiayaan,” jelasnya.
Lebih jauh, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Sidrap bahkan mencatat pertumbuhan sekitar 21,2 persen, mempertegas posisi daerah ini sebagai salah satu lumbung ekonomi berbasis agribisnis di Sulawesi Selatan.
Orang Sidrap Suka Emas, Tapi Tabungan Tetap Melonjak
Fakta menarik lainnya datang dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Kepala LPS Sulsel, Fuad Zaen, mengungkapkan masyarakat Sidrap memiliki kecenderungan berinvestasi pada emas dibandingkan menyimpan dana dalam bentuk tabungan biasa.
Namun uniknya, meski budaya investasi emas cukup kuat, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sektor swasta di Sidrap justru menjadi yang tertinggi dengan kenaikan mencapai sekitar 33 persen.
Data tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat Sidrap masih tumbuh dan kemampuan menabung masyarakat tetap meningkat.
Pertemuan antara Pemkab Sidrap, DJPb, OJK, dan LPS itu akhirnya menghasilkan satu pesan penting: sektor ekonomi Sidrap sedang bergerak, akses pembiayaan terus meluas, dan pemerintah daerah kini berupaya memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan hingga ke tingkat desa dan pelaku usaha kecil. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
