“Ini untuk memotivasi ASN lain.
Kinerja profesional harus seimbang dengan prestasi spiritual.
ASN yang berprestasi di bidang keagamaan, wajib diapresiasi.
Keikhlasan, dedikasi, dan prestasi spiritual dihargai pemerintah,” tegas Bupati.
Seorang ASN lain, Hendra Salim, staf di Dinas Kesehatan, menambahkan:
“Melihat Muliyanti menerima apresiasi, saya merasa tersentuh.
Ini membangkitkan semangat kami untuk bekerja tulus dan ikhlas.
Bukan hanya mengejar target, tapi juga memberi manfaat bagi masyarakat dan diri sendiri.”
Momentum ini, kata Bupati, menjadi pesan moral bagi seluruh ASN Wajo:
“Jangan sekadar menjadi abdi negara di meja kerja.
Jadilah teladan.
Jadilah inspirasi.
ASN Wajo harus handal di kantor, dan juga inspiratif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Apel perdana pasca Lebaran itu diakhiri dengan suasana hangat halalbihalal.
Ribuan ASN saling bersalaman, saling memaafkan, dan mempererat tali silaturahmi.
Wajo, kata Bupati, ingin ASN bukan hanya profesional, tapi juga memiliki hati yang tulus dan spiritual.(*)
