Jakarta, Katasulsel.com — Duel dua pembalap muda Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish, makin menarik disorot di ajang Moto3 2026. Keduanya sama-sama jadi representasi talenta terbaik dari Indonesia dan Malaysia yang kini bersaing di level dunia.
Veda Ega Pratama dan Hakim Danish bukan rival baru. Mereka sudah sering bertemu sejak masih bertarung di Asia Talent Cup hingga Red Bull Rookies Cup. Kini, keduanya kembali satu lintasan di Kejuaraan Dunia Moto3 2026, membawa nama besar masing-masing negara.
Veda Ega membela Honda Team Asia, sementara Hakim Danish turun bersama tim AEON Credit–MT Helmets–MSI yang didukung KTM.
Lantas, siapa yang lebih cepat?
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Kalau bicara top speed, duel mereka memang tipis.
Veda Ega Pratama tercatat menembus kecepatan puncak 247,1 km/jam pada seri Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol. Catatan itu dibukukan saat sesi latihan bebas kedua (FP2).
Saat balapan utama, pembalap muda asal Wonosari itu juga tampil impresif dengan kecepatan menyentuh 246 km/jam. Dari posisi start ke-20, Veda mampu merangsek dan finis di posisi kedelapan.
Di sisi lain, Hakim Danish sedikit lebih unggul soal top speed.
Pembalap muda asal Malaysia itu sempat mencatat kecepatan maksimum 248,2 km/jam saat balapan utama Moto3 Catalunya 2026. Kecepatan itu membawanya finis di posisi ketujuh, atau satu tingkat di depan Veda Ega.
Secara angka, Hakim Danish memang unggul tipis sekitar 1,1 km/jam dari Veda Ega.
Namun kalau bicara performa keseluruhan, Veda Ega punya catatan yang tak kalah mentereng.
Pembalap Indonesia itu sempat naik podium di Moto3 Brasil 2026 usai finis posisi ketiga. Hasil tersebut menjadi salah satu bukti konsistensi dan mental bertarungnya di musim debut.
Saat ini, Veda Ega juga bertengger di papan atas klasemen Moto3 2026 dengan koleksi 58 poin dan berada di posisi lima.
Sementara Hakim Danish terus menunjukkan progres positif dan mulai jadi ancaman serius bagi rival-rivalnya.
Jadi siapa lebih cepat?
Kalau hanya soal top speed, Hakim Danish unggul tipis.
Tapi kalau bicara hasil balapan, mental bertarung, dan konsistensi musim ini, Veda Ega masih layak diperhitungkan.
Di Moto3, gas paling kencang memang penting. Tapi yang paling menentukan tetap siapa paling cerdas mengatur ritme, tikungan, dan finis paling depan.
