Berita ini merupakan bagian dari fokus utama Katasulsel di wilayah Sidenreng Rappang.
KENDARI, Katasulsel.com — Suasana Pasar Mandonga mendadak berubah.
Beberapa pedagang meninggalkan lapaknya sejenak. Ada yang buru-buru mengeluarkan telepon genggam. Ada pula yang memanggil rekannya dari lorong pasar.
“Pak Bupati datang!”
Seruan itu cepat menyebar.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Bukan artis. Bukan selebritas nasional.
Yang datang adalah Syaharuddin Alrif.
Bupati Sidrap itu memang sedang melakukan blusukan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari, Jumat (29/5/2026), untuk memantau distribusi beras dan telur asal Sidrap yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan di Sulawesi Tenggara.
Namun yang menarik, kunjungan itu berubah menjadi ajang temu rindu.
Satu per satu pedagang mendekat.
Mereka meminta foto bersama.
Sebagian bahkan tampak antusias mengajak swafoto di tengah keramaian pasar.
Belakangan diketahui, banyak di antara pedagang tersebut merupakan perantau asal Kabupaten Sidenreng Rappang yang telah lama menetap dan berdagang di Kendari.
Bagi mereka, kedatangan Syaharuddin bukan sekadar kunjungan kepala daerah.
Itu seperti bertemunya kampung halaman dengan tanah rantau.
Di sela blusukan, Syaharuddin berdialog langsung dengan para pedagang. Ia mengecek harga, kualitas pasokan, hingga kelancaran distribusi komoditas yang dikirim dari Sidrap ke Kendari.
“Kami ingin melihat langsung pasokan beras dan telur dari Sidrap sampai ke pedagang dengan kualitas baik dan harga yang stabil,” kata Syaharuddin saat berbincang dengan pedagang.
Rombongan juga mengunjungi Pasar Lawata dan Pasar Baruga.
Turut mendampingi Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse, Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, serta sejumlah kepala OPD. Direktur Pasar Kota Kendari dan para kepala pasar setempat juga ikut mendampingi peninjauan tersebut.
Fenomena pedagang asal Sidrap yang mendominasi sejumlah jalur perdagangan pangan di Kendari memang bukan hal baru.
Hubungan ekonomi antara Sidrap dan Kendari selama ini sudah berjalan aktif, terutama untuk pasokan telur, beras, dan sejumlah komoditas pangan lainnya. Bahkan kedua daerah baru saja memperkuat kerja sama resmi di sektor pangan melalui skema kerja sama antardaerah.
Di tengah hiruk pikuk pasar, momen yang paling mencuri perhatian justru bukan soal harga telur atau beras.
Melainkan antrean pedagang yang ingin berfoto.
Ada yang tersenyum lebar.
Ada yang langsung mengirim hasil selfie ke grup keluarga.
Barangkali karena bagi sebagian warga rantau itu, sosok bupati yang datang langsung ke lorong-lorong pasar memberi kesan sederhana: kampung halaman ternyata tidak pernah benar-benar jauh. (*)
