Katasulsel.com — Sebuah video yang memperlihatkan ribuan ular anaconda memenuhi sungai hutan Amazon tertangkap kamera malam mendadak viral di berbagai platform media sosial. Tayangan itu membuat banyak warganet merinding. Sebagian bahkan mengira kawasan Amazon benar-benar dikuasai ular raksasa.
Namun, fakta ilmiah menunjukkan pemandangan tersebut sangat sulit terjadi di dunia nyata.
Para pemerhati satwa liar menilai video yang menampilkan ribuan anaconda berkumpul dalam satu lokasi besar kemungkinan merupakan hasil rekayasa digital atau kecerdasan buatan (AI).
Alasannya sederhana. Anaconda bukanlah hewan yang hidup berkelompok.
Ular raksasa penghuni Amerika Selatan itu dikenal sebagai satwa soliter. Mereka lebih senang hidup menyendiri dan memiliki wilayah jelajah yang berjauhan satu sama lain. Dalam kondisi normal, sangat jarang ditemukan puluhan apalagi ribuan anaconda berada dalam satu area pada waktu bersamaan.
Pengecualian hanya terjadi saat musim kawin. Pada periode tersebut, beberapa anaconda jantan memang dapat berkumpul mengelilingi seekor betina. Fenomena itu dikenal sebagai “breeding ball”. Namun jumlahnya tetap terbatas dan tidak sampai membentuk lautan ular seperti yang terlihat dalam video viral.
Di habitat aslinya, anaconda justru lebih sering menghabiskan waktu berdiam diri di rawa, sungai berarus lambat, dan perairan berlumpur di kawasan Amazon. Aktivitas berburu biasanya dilakukan pada malam hari karena ular ini termasuk hewan nokturnal.
Kemampuan bersembunyi menjadi salah satu senjata utama predator tersebut. Sebagian besar tubuhnya tenggelam di dalam air, sementara hanya mata dan lubang hidung yang tampak di permukaan. Dari posisi itu, anaconda mengintai mangsa sebelum melancarkan serangan mendadak.
Meski video viral tersebut diragukan keasliannya, ukuran anaconda sesungguhnya tetap bukan hal yang bisa dianggap remeh.
Anaconda hijau merupakan salah satu ular terbesar di dunia. Panjang tubuhnya dapat mencapai lebih dari enam meter, bahkan beberapa laporan menyebut ada individu yang mendekati sembilan meter dengan bobot ratusan kilogram.
Yang lebih mengejutkan, para ilmuwan masih terus menemukan fakta baru tentang ular raksasa ini. Belum lama ini, tim peneliti internasional mengumumkan identifikasi spesies anaconda hijau utara yang hidup di wilayah adat Waorani, Ekuador. Penemuan itu menunjukkan masih banyak misteri Amazon yang belum sepenuhnya terungkap.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih kritis saat melihat video-video spektakuler di media sosial. Kemajuan teknologi AI kini mampu menghasilkan visual yang tampak sangat nyata, sehingga tidak semua tayangan yang viral benar-benar terjadi di alam liar.
Jadi, jika suatu hari Anda melihat video ribuan anaconda memenuhi hutan Amazon, jangan langsung percaya. Bisa jadi yang sedang Anda saksikan bukan keajaiban alam, melainkan kehebatan teknologi digital. (*)










