Katasulsel.com β€” TikTok kembali gaduh.

Bukan karena joget baru. Bukan pula soal artis. Kali ini jagat media sosial diramaikan video yang disebut-sebut β€œTKW Taiwan 3 vs 1”.

Judulnya provokatif.
Kalimatnya sengaja dibuat memancing rasa penasaran.

Lalu netizen bergerak cepat.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Link diburu. Grup Telegram ramai. Kolom komentar penuh kode-kode aneh. Ada yang mengaku punya video asli. Ada pula yang menawarkan akses berbayar.

Narasi makin liar setelah muncul klaim bahwa pemeran perempuan disebut menerima bayaran hingga Rp16 juta atau sekitar 30 ribu dolar Taiwan. Namun sampai sekarang, kebenaran cerita itu belum pernah terverifikasi secara resmi.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru.

Setiap beberapa bulan, media sosial selalu melahirkan β€œvideo viral misterius”. Judulnya dibuat sensasional. Lokasinya kadang luar negeri. Pemerannya disebut TKW, selebgram, guru, atau sosok anonim.

Polanya hampir sama.

Cuplikan pendek dilempar ke TikTok. Setelah itu netizen diarahkan mencari link lanjutan. Dari sana muncul akun-akun pemburu klik.

Sebagian membawa pengguna masuk ke situs asing. Sebagian lagi mengarah ke tautan mencurigakan.

Radar Solo dalam laporannya menyebut banyak tautan yang justru berpotensi menjadi jebakan phishing dan pencurian data pribadi.

Yang menarik, publik sering kali lebih penasaran pada β€œlink asli” ketimbang bertanya apakah video itu benar ada atau hanya umpan traffic.

Di situlah drama digital bekerja.

Rasa ingin tahu berubah menjadi mesin klik.
Klik berubah jadi uang.
Dan viralitas menjadi ladang bisnis baru.

Sementara itu, identitas pemeran maupun lokasi asli video sampai kini masih simpang siur. Ada yang menyebut Taiwan. Ada pula yang menduga hanya narasi lama yang dipoles ulang demi engagement media sosial.

Di tengah banjir konten seperti ini, pengguna internet diminta lebih hati-hati. Jangan asal membuka tautan yang dibagikan akun anonim, terutama yang meminta data pribadi atau mengarahkan ke aplikasi tertentu.

Sebab di era sekarang, yang paling mahal bukan videonya.

Melainkan data di dalam ponsel kita.

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.