Medan, katasulsel.com β€” Mereka merasa kuat.

Berani di jalan.

Berani menghardik.

Berani memukul.

Bahkan berani menendang seorang perempuan yang sedang hamil.

Tetapi keberanian itu ternyata tidak bertahan lama.

Hanya beberapa jam.

Setelah video penganiayaan viral, dua pria yang diduga preman di Medan langsung berubah nasib. Dari sosok yang mengamuk di jalan, mereka berakhir dengan tangan diborgol dan duduk di ruang pemeriksaan polisi.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Medan Tembung.

Korban adalah pasangan suami istri.

Sang istri sedang mengandung.

Menurut keterangan yang beredar, pasangan tersebut memilih berhenti karena khawatir melintas di lokasi yang sedang terjadi tawuran.

Keputusan untuk menghindari bahaya justru berujung petaka.

Dua pria datang.

Emosi meledak.

Pemukulan terjadi.

Yang membuat publik geram, salah satu pelaku diduga menendang perempuan yang tengah hamil itu.

Video kejadian menyebar cepat.

Media sosial pun bereaksi.

Kemarahan publik meledak.

Banyak yang menilai aksi tersebut telah melewati batas.

Bukan sekadar penganiayaan.

Tetapi tindakan yang berpotensi membahayakan ibu dan janin yang dikandungnya.

Polisi bergerak cepat.

Malam itu juga tim Resmob Polrestabes Medan melacak keberadaan kedua pelaku hingga ke sebuah bengkel.

Keduanya berhasil diamankan.

Sempat ada perlawanan.

Namun polisi akhirnya membawa mereka ke kantor untuk diperiksa lebih lanjut. Dari tangan pelaku juga diamankan air gun yang diduga digunakan untuk mengancam korban.

Di ruang interogasi, keberanian yang sebelumnya dipertontonkan di jalan tampaknya tidak lagi terlihat.

Kedua pelaku mengakui penganiayaan tersebut.

Kini mereka mendekam di tahanan sambil menunggu proses hukum berjalan.

Sementara itu, polisi berencana mendampingi korban menjalani pemeriksaan medis guna memastikan kondisi kandungannya pasca-insiden tersebut. Langkah itu penting karena perhatian utama kini bukan hanya soal penangkapan pelaku, tetapi juga keselamatan ibu dan bayi yang dikandungnya.

Ada pelajaran sederhana dari peristiwa ini.

Menjadi preman mungkin membuat seseorang ditakuti beberapa menit.

Tetapi hukum bisa membuatnya menyesal selama bertahun-tahun.

Dan kali ini, yang menang bukan otot.

Melainkan rekaman video dan kerja cepat polisi. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita