Katasulsel.com — Hakim Danish sedang menikmati musim terbaiknya.

Nama pembalap muda Malaysia itu mulai sering muncul di papan atas Moto3.

Podium sudah diraih.

Veda Ega Pratama sempat ditinggalkan di belakang.

Tetapi rupanya itu belum cukup.

Danish masih lapar.

Masih ingin lebih.

Masih ingin melanjutkan euforia yang sedang ia rasakan.

Di Mugello, Italia, pembalap berusia 18 tahun itu sukses mencuri perhatian. Ia finis di podium dan menjadi salah satu pembalap Asia Tenggara yang paling disorot dalam balapan tersebut. Bahkan pencapaian itu membuat banyak penggemar balap Malaysia larut dalam kebanggaan.

Yang menarik, di saat Danish naik podium, Veda Ega Pratama justru harus puas finis di belakang kelompok terdepan. Pembalap Indonesia itu mengakhiri balapan di posisi kedelapan. Sementara Danish berdiri di podium dengan senyum lebar.

Namun dunia balap tidak mengenal kata puas.

Hari ini pahlawan.

Besok harus bertarung lagi.

Itulah yang kini ada di kepala Danish.

Ia disebut mulai menyusun strategi menghadapi seri berikutnya di Hungaria. Targetnya sederhana tetapi sulit: mempertahankan performa dan kembali berada di barisan depan.

Persaingan Danish dan Veda memang mulai menjadi magnet baru di Moto3.

Dua anak muda Asia Tenggara itu datang dengan cerita berbeda.

Veda membawa harapan Indonesia yang sudah lama menunggu pembalap mampu bersaing di level dunia. Ia bahkan mencatat sejarah sebagai salah satu pembalap Indonesia paling sukses di awal karier Moto3.

Di sisi lain, Danish memikul ambisi Malaysia yang ingin kembali memiliki pembalap papan atas setelah era para pendahulunya. Musim ini, ia beberapa kali menunjukkan kecepatan yang membuat rival-rivalnya waspada.

Menariknya, rivalitas keduanya terus berganti warna.

Kadang Veda lebih cepat.

Kadang Danish yang unggul.

Di Prancis, Veda mampu finis di depan Danish. Namun beberapa seri berikutnya, pembalap Malaysia itu mulai menemukan ritme dan membalas keadaan.

Karena itu, podium Mugello bukanlah garis akhir.

Itu hanya satu tikungan dalam perjalanan panjang musim 2026.

Dan bagi Hakim Danish, mengasapi Veda sekali rupanya belum cukup.

Ia ingin mengulanginya lagi.

Di Hungaria.

Di seri berikutnya.

Dan mungkin sepanjang musim ini.

Sebab dalam dunia balap, kemenangan kemarin hanya berlaku sampai lampu start berikutnya menyala. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita