Makassar – Pergantian pucuk pimpinan di Polres Enrekang langsung dibarengi tantangan besar. Aktivitas judi sabung ayam yang disebut-sebut masih marak di sejumlah wilayah Kabupaten Enrekang kini menjadi sorotan publik dan ujian awal bagi Kapolres baru, AKBP Ketut Yoga Saputra.

AKBP Ketut Yoga Saputra resmi menggantikan AKBP Hari Budiyanto, yang dimutasi sebagai Kapolres Soppeng pada akhir Juli 2026.

Di tengah pergantian tersebut, sejumlah elemen masyarakat meminta kepemimpinan baru segera menunjukkan langkah konkret dalam memberantas praktik perjudian yang dinilai meresahkan masyarakat.

Salah satu sorotan datang dari Barisan Aktivis Mahasiswa Indonesia (BASMI). Melalui pernyataannya, aktivis BASMI, Imam, mengaku menerima berbagai laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas judi sabung ayam yang masih berlangsung di wilayah Kabupaten Enrekang.

“Kami menerima banyak laporan dari warga. Bahkan kami memiliki dokumentasi video yang diduga memperlihatkan aktivitas sabung ayam di salah satu kecamatan di Enrekang,” ujar Imam.

Menurutnya, praktik tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas di tengah masyarakat.

Imam juga mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran menyeluruh terhadap berbagai informasi yang berkembang, termasuk dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang disebut masyarakat.

BASMI memberikan perhatian khusus kepada Kapolres Enrekang yang baru agar segera mengambil langkah tegas dalam menangani persoalan tersebut.

“Kami memberi kesempatan kepada Kapolres yang baru untuk membuktikan komitmennya. Masyarakat tentu menunggu langkah nyata dalam beberapa bulan ke depan,” katanya.

Ia menilai keberhasilan penanganan praktik perjudian akan menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Kabupaten Enrekang.

Menurut Imam, jika dalam waktu tiga bulan tidak terlihat upaya konkret, pihaknya mempertimbangkan untuk melakukan aksi penyampaian aspirasi ke Polres Enrekang maupun Polda Sulawesi Selatan.

“Enrekang selama ini dikenal sebagai daerah yang religius dan menjunjung nilai-nilai sosial. Karena itu masyarakat berharap persoalan yang dianggap merusak moral generasi muda bisa segera ditangani,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polres Enrekang terkait pernyataan BASMI tersebut.

Publik kini menanti langkah awal AKBP Ketut Yoga Saputra dalam menjawab berbagai harapan masyarakat, terutama terkait penegakan hukum terhadap dugaan aktivitas perjudian yang menjadi perhatian sejumlah kalangan di Kabupaten Enrekang. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini

Topik: Enrekang