Enrekang, Katasulsel.com — Suasana Pendopo Rumah Jabatan Bupati Enrekang, Jumat (28/8/2026), tidak hanya menjadi tempat penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Di ruangan itu, ada harapan, kebanggaan keluarga, dan sebuah pesan yang mungkin akan terus diingat oleh 20 ASN yang resmi menyandang status PNS.
Bupati Enrekang H. Yusuf Ritangga memilih tidak banyak berbicara soal jabatan atau fasilitas yang melekat pada profesi aparatur sipil negara.
Ia justru mengingatkan para PNS baru tentang makna sesungguhnya dari sebuah pengangkatan.
Menurutnya, menerima SK bukan garis akhir perjuangan, melainkan titik awal pengabdian kepada masyarakat.
“Jadikan hari ini bukan sebagai akhir dari perjuangan, tetapi sebagai awal dari pengabdian yang sesungguhnya,” kata Yusuf Ritangga di hadapan para ASN baru.
SK Bisa Diserahkan Sekali, Pengabdian Berlangsung Puluhan Tahun
Bagi sebagian orang, menerima SK PNS adalah momen yang dinanti bertahun-tahun.
Ada yang melewati seleksi panjang, ada yang menunggu kepastian karier, dan ada pula yang menjadikan status PNS sebagai impian keluarga.
Namun di hadapan para ASN baru itu, Yusuf mengingatkan bahwa kebahagiaan hari ini harus diikuti dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Karena setelah SK diterima, masyarakat akan mulai menilai.
Bukan dari seragam yang dikenakan.
Bukan dari pangkat yang tertera.
Tetapi dari pelayanan yang diberikan.
Karena itu, ia meminta para ASN bekerja dengan penuh keikhlasan dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan negara.
“Bekerjalah dengan ikhlas. Layani masyarakat dengan tulus. Jaga kepercayaan,” pesannya.
ASN yang Dikenang karena Manfaatnya
Dalam sambutannya, Yusuf menyampaikan satu kalimat yang cukup mengena.
Ia berharap ketika masa pensiun tiba kelak, masyarakat tidak hanya mengenang seseorang karena pernah menjadi PNS.
Lebih dari itu, masyarakat mengenangnya karena manfaat yang telah diberikan selama mengabdi.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan seorang ASN tidak selalu tercermin dari jabatan yang pernah diduduki.
Melainkan dari seberapa besar dampak yang dirasakan masyarakat.
“Jangan hanya menjadi ASN yang bekerja. Jadilah ASN yang dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Awal Babak Baru Pelayanan Publik
Acara pengambilan sumpah dan penyerahan SK tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Enrekang Zulkarnaen Kara, Direktur RSUD Massenrempulu, sejumlah pejabat daerah, serta keluarga ASN yang menerima SK.
Bagi 20 ASN yang dilantik, hari itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier mereka.
Mereka kini resmi menjadi bagian dari aparatur Pemerintah Kabupaten Enrekang yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah tantangan birokrasi yang terus berkembang, harapan pemerintah daerah sederhana.
Para ASN baru tidak hanya hadir sebagai pegawai yang menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga menjadi pelayan publik yang mampu menghadirkan solusi, memberi manfaat, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dan dari Pendopo Rumah Jabatan Bupati Enrekang hari itu, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan:
Menjadi PNS adalah soal pengabdian. Bukan sekadar pekerjaan, tetapi amanah untuk melayani. (FungFi)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
