Enrekang, Katasulsel.com — Duka atas kematian Salma berubah menjadi kemarahan. Suasana di Kabupaten Enrekang memanas setelah warga mendatangi rumah yang dikaitkan dengan tersangka pelaku pembunuhan hingga terjadi aksi perusakan.

Di tengah situasi yang mulai tidak terkendali, Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga memilih turun langsung menemui masyarakat.

Ia datang bukan sekadar sebagai kepala daerah. Yusuf hadir sebagai bagian dari keluarga besar Sossok yang ikut merasakan kehilangan.

“Saya sebagai salah satu bagian dari keluarga besar Sossok, hati saya sangat terluka dan berduka atas musibah pembunuhan yang menimpa keluarga kami,” kata Yusuf di tengah warga.

Kehadiran Bupati malam itu menjadi upaya untuk meredakan emosi masyarakat yang sedang berada dalam suasana duka dan kemarahan.

Yusuf memahami bahwa kematian Salma meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Namun, ia meminta kemarahan tersebut tidak berubah menjadi tindakan yang justru melahirkan persoalan baru.

“Malam ini saya hadir langsung bersama saudara-saudara saya, bukan untuk memperkeruh keadaan, tetapi untuk berusaha meredam luapan amarah dan emosi yang begitu besar,” ujarnya.

Menurut Yusuf, rasa kehilangan, sakit hati dan kemarahan merupakan sesuatu yang sangat manusiawi. Tetapi, semua itu harus dikendalikan agar tidak menimbulkan korban berikutnya.

“Di tengah duka yang begitu dalam, saya berharap kita semua tetap mampu menahan diri. Jangan sampai kesedihan dan kemarahan ini justru menimbulkan persoalan baru yang semakin memperpanjang luka,” katanya.

Keadilan Jangan Dibayar dengan Kekerasan

Yusuf kemudian meminta masyarakat mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Menurut dia, kasus pembunuhan Salma harus dikawal bersama agar proses hukum berjalan transparan dan keadilan benar-benar ditegakkan.

“Biarlah proses hukum berjalan dan keadilan ditegakkan. Kita kawal bersama dengan kepala dingin, agar keluarga kami mendapatkan keadilan tanpa harus ada korban dan permasalahan baru,” tegasnya.

Pesan tersebut disampaikan ketika emosi warga masih tinggi.

Bupati menyadari bahwa masyarakat menginginkan keadilan. Namun, ia mengingatkan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak akan menyelesaikan persoalan.

Sebaliknya, kekerasan baru justru berpotensi memperpanjang masalah dan membuka perkara lain.

“Kita Boleh Marah, Tapi Jangan Kehilangan Kendali”

Kepada keluarga besar Sossok, Yusuf secara khusus meminta agar tetap kuat menghadapi tragedi tersebut.

Ia mengajak seluruh keluarga dan masyarakat menjaga persatuan sekaligus mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Untuk keluarga besar Sossok, mari kita tetap kuat, bersatu, dan menjaga kedamaian. Kita boleh marah, kita boleh terluka, tetapi jangan sampai kehilangan kendali,” ujar Yusuf.

Turunnya Bupati Enrekang langsung ke tengah masyarakat menjadi salah satu upaya menjaga situasi tetap kondusif setelah tragedi yang menimpa Salma.

Di tengah suasana berkabung dan kemarahan, pesan Yusuf sederhana: keadilan harus diperjuangkan, tetapi jangan sampai perjuangan mendapatkan keadilan melahirkan korban baru.(FungFi)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Enrekang hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Enrekang terbaru di sini