Sidrap, Katasulsel.com β Tim Kewaspadaan Dini di Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memperkuat langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi keamanan, ketenteraman, dan stabilitas masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, di ruang kerjanya, Selasa (6/10/2026).
Rapat tersebut menjadi forum untuk mengidentifikasi perkembangan situasi daerah, memetakan potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (ATHG), serta memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi antarunsur terkait.
Turut mendampingi Nurkanaah, Kepala Badan Kesbangpol Sidrap Muhammad Arsul beserta jajarannya. Hadir pula Kasat Intel Polres Sidrap, Intel Kodim 1420 Sidrap, Intel Kejaksaan Sidrap, dan instansi terkait lainnya.
Rapat mengusung tema βPenguatan Kewaspadaan Dini dalam Mendeteksi, Mencegah, dan Menangani Potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan di Kabupaten Sidenreng Rappang.β
Arsul menjelaskan, rapat bertujuan mengidentifikasi perkembangan situasi dan kondisi daerah, menginventarisasi potensi ATHG, meningkatkan koordinasi antaranggota Tim Kewaspadaan Dini, serta melakukan pertukaran informasi dan analisis terhadap berbagai isu yang berkembang.
Dalam arahannya, Nurkanaah menekankan pentingnya kewaspadaan dan koordinasi seluruh unsur terkait dalam menjaga stabilitas daerah.
βKewaspadaan dini harus menjadi langkah bersama. Setiap perkembangan yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keamanan, ketenteraman dan stabilitas daerah perlu dideteksi sejak awal, sehingga dapat segera diantisipasi dan ditangani secara tepat,β ujarnya.
Sejumlah agenda strategis menjadi pokok pembahasan, meliputi kondisi umum daerah, perkembangan ATHG, stabilitas politik, ketenteraman dan ketertiban, sosial kemasyarakatan, ekonomi, narkotika, informasi dan digital, serta potensi bencana.
Pada aspek sosial kemasyarakatan, dibahas potensi isu SARA, intoleransi dan konflik antarkelompok. Sementara pada bidang informasi dan digital, perhatian diarahkan terhadap penyebaran hoaks, ujaran kebencian dan provokasi yang dapat mengganggu kondusivitas masyarakat.
Rapat juga membahas persoalan ekonomi, seperti inflasi, harga kebutuhan pokok, pengangguran dan kesenjangan, serta persoalan narkotika terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Nurkanaah berharap rapat tersebut menghasilkan langkah antisipasi yang konkret serta rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Bupati dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidrap.
βYang terpenting adalah bagaimana informasi yang kita miliki dapat ditindaklanjuti dengan langkah yang cepat, terukur dan terkoordinasi, demi menjaga Sidrap tetap aman, kondusif dan sejahtera,β pungkasnya. (*)
