Sidrap, Katasulsel.com — Malam itu bukan api yang dikejar.
Bukan pula rumah warga yang terbakar.
Sebuah mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) justru melaju membawa air menuju persawahan yang mulai kekeringan.
Namun, perjalanan membantu petani itu berakhir di area persawahan Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Watang Pulu. Mobil Damkar tersebut mengalami kecelakaan hingga terbalik, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kendaraan itu tengah menjalankan tugas mengantarkan pasokan air bagi lahan pertanian yang terdampak kemarau ketika kecelakaan terjadi.
Di tengah ancaman kekeringan yang membuat petani cemas kehilangan tanaman, petugas Damkar Sidrap ikut turun tangan. Mereka tidak hanya menunggu datangnya api untuk bekerja, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan air.
Mobil yang membawa air itu akhirnya terbalik di sekitar area persawahan.
Ironisnya, ketika banyak orang sudah beristirahat di rumah, petugas justru masih berada di lapangan menjalankan tugas kemanusiaan.
Kepala Bidang Damkar Sidrap, Hasanuddin, membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, kendaraan mengalami kecelakaan saat sedang menjalankan tugas membantu petani.
“Beruntung sekali peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Mobil tersebut sedang dalam tugas membantu petani mengantarkan air ke area persawahan, lalu mengalami kecelakaan dan terbalik,” kata Hasanuddin saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Mobil Damkar tersebut kemudian berhasil dievakuasi dari lokasi pada Kamis (27/8/2026) pagi.
Kecelakaan itu menjadi catatan tersendiri di tengah kondisi kemarau yang masih menghantui sejumlah wilayah pertanian Sidrap.
Bagi petani, air bukan sekadar air.
Di dalamnya ada harapan agar tanaman tetap hidup, sawah tetap menghasilkan, dan dapur tetap mengepul.
Dan malam itu, para petugas Damkar datang membawa harapan tersebut—meski akhirnya kendaraan yang mereka gunakan harus terbalik di tengah gelapnya persawahan.
Selain tugas utama memadamkan kebakaran dan melakukan penyelamatan, Damkar Sidrap juga terus dilibatkan dalam pelayanan masyarakat, termasuk membantu mendistribusikan air ke wilayah yang membutuhkan.
Peristiwa di Ciro-Ciroe itu setidaknya mengingatkan satu hal: di tengah kemarau, ada orang-orang yang tetap bergerak ketika yang lain memilih pulang.
Mereka datang bukan membawa api untuk dipadamkan, melainkan membawa air agar sawah petani tidak benar-benar kehilangan kehidupan. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
