Enrekang, Katasulsel.com — Suara reruntuhan atap mengubah suasana SDN 4 Maroangin, Kabupaten Enrekang, Senin pagi.

Salah satu ruang kelas di sekolah tersebut tiba-tiba ambruk setelah diterjang angin kencang.

Beruntung, musibah terjadi sebelum jam pelajaran dimulai. Tidak ada siswa maupun guru yang dilaporkan menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Namun persoalan lain muncul setelah atap dan plafon runtuh.

Ruang kelas kini dipenuhi puing-puing material. Meja, kursi, serta sejumlah perlengkapan belajar ikut tertimpa reruntuhan.

Guru bersama warga sekitar langsung bergerak mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Aktivitas belajar mengajar di ruang tersebut pun terpaksa dihentikan sementara karena kondisinya dinilai tidak lagi layak digunakan.

Warga menyebut kondisi bangunan sekolah memang telah lama memprihatinkan.

Salah seorang warga setempat, HS, mengatakan bangunan tersebut sudah berusia tua dan minim perbaikan.

“Bangunan sekolah ini sudah sangat tua dan kondisinya sangat memprihatinkan. Sejak lama tidak ada perbaikan yang dilakukan sehingga atap sudah mulai rapuh dan kayu penyangga mulai lapuk,” ujarnya.

Menurut warga, kondisi konstruksi yang telah rapuh membuat bangunan semakin rentan ketika diterpa cuaca ekstrem.

Angin kencang yang terjadi Senin pagi akhirnya membuat bagian atap dan plafon salah satu ruang kelas tidak mampu bertahan.

Kejadian itu sekaligus memunculkan kekhawatiran orang tua siswa.

Mereka khawatir kejadian serupa kembali terjadi ketika kegiatan belajar sedang berlangsung.

Salah seorang wali murid, SR, berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi korban.

“Kami berharap pihak pemerintahan segera mengambil tindakan. Jangan sampai harus ada korban dulu baru sekolah ini diperbaiki. Anak-anak kami berhak mendapatkan ruang belajar yang aman dan layak,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Dinas Pendidikan segera meninjau kondisi bangunan tersebut.

Mereka juga mendorong adanya rehabilitasi menyeluruh, bukan sekadar memperbaiki bagian atap yang ambruk.

Pasalnya, warga menilai persoalan bukan hanya pada plafon atau atap yang runtuh, tetapi juga kondisi bangunan yang disebut sudah mengalami kerusakan dan pelapukan.

Warga bahkan berharap pemerintah dapat mempertimbangkan penggunaan anggaran penanganan bencana apabila memungkinkan untuk mempercepat perbaikan.

“Kami berharap masih ada sisa anggaran bencana yang bisa dialokasikan untuk perbaikan sekolah ini. Jangan sampai kejadian ini hanya menjadi berita saja tanpa adanya tindak lanjut nyata,” kata warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang maupun Pemerintah Kabupaten Enrekang terkait langkah penanganan dan rencana perbaikan SDN 4 Maroangin.

Untuk sementara, ruang kelas yang atapnya ambruk tidak dapat digunakan.

Dan bagi orang tua siswa, satu harapan mereka sederhana:

jangan sampai keselamatan anak-anak baru menjadi perhatian setelah musibah berikutnya terjadi.(FungFi)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Enrekang hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Enrekang terbaru di sini