Jakarta, Katasulsel.com – Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Raya PC IPNU-IPPNU Jakarta Pusat tahun ini tidak berhenti pada materi ke-NU-an dan kebangsaan.
Sebanyak 40 pelajar dan mahasiswa justru diajak membaca potensi diri melalui program psikotes sebagai bagian dari rangkaian kaderisasi. Hasilnya akan menjadi rekomendasi bagi peserta untuk mengenali kepribadian sekaligus mempertimbangkan arah karier di masa depan.
Terobosan tersebut menjadi pembeda Makesta Raya PC IPNU-IPPNU Jakarta Pusat. Organisasi pelajar NU itu berupaya menjawab persoalan yang kerap dihadapi generasi muda: kebingungan mengenali diri dan menentukan arah masa depan.
Ketua Pelaksana Makesta Raya, Mohammad Nabil Attar, menegaskan kaderisasi tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai. Ia berharap para kader IPNU-IPPNU Jakarta Pusat mampu meninggalkan sikap apatis dan berani mengambil peran sebagai generasi penerus bangsa.
“Saya ingin, setelah keluar dari ruangan MAKESTA ini, tidak ada lagi kader IPNU-IPPNU Jakarta Pusat yang lembek! Tidak ada lagi yang apatis! Kita adalah pemilik masa depan bangsa ini.”
Ketua PC IPNU Jakarta Pusat, Ariq Ramadhan, menilai tantangan generasi muda tidak dapat dijawab dengan kemampuan individu semata. Menurutnya, kekuatan pelajar hari ini justru terletak pada kemampuan membangun kolaborasi.
“Kekuatan anak muda hari ini adalah kolaborasi, menyambungkan simpul dari satu individu ke individu lainnya seperti hari ini,” tegas Ariq.
Ia pun mendorong peserta Makesta Raya yang berasal dari berbagai kecamatan di Jakarta Pusat untuk menjadikan forum tersebut sebagai ruang membangun jejaring dan kerja bersama.
“Melalui forum ini, besar harapan kami teman-teman bisa saling berkolaborasi untuk menjawab berbagai persoalan tentang peran pelajar di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PC IPPNU Jakarta Pusat, Najwah Nurul Aulia, menjelaskan program psikotes dihadirkan sebagai langkah organisasi merespons fenomena krisis identitas yang dialami sebagian generasi muda.
Menurutnya, kaderisasi perlu memberi bekal yang lebih kontekstual agar pelajar NU tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki gambaran mengenai cita-cita dan masa depannya.
“Psikotes pada Makesta ini adalah bukti bahwa kader NU itu harus punya arah. Di era saat ini, banyak pelajar dan anak muda yang kehilangan arah. Semoga output yang diberikan bisa menjadikan pelajar NU memiliki cita-cita dan pedoman yang baik untuk masa depan bangsa dan Nahdlatul Ulama,” ungkap Najwah.
Motivasi juga disampaikan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat sekaligus Pembina PC IPNU Jakarta Pusat, Gus Ubaidillah Sadewa. Ia mengingatkan para peserta agar tidak ragu berproses di IPNU-IPPNU.
“Rekan-rekanita jangan takut ketika masuk karena IPNU-IPPNU didirikan oleh orang-orang yang bukan biasa-biasa saja dengan melalui proses riyadho yang luar biasa,” ujarnya.
Makesta Raya PC IPNU-IPPNU Jakarta Pusat turut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh dan jajaran organisasi. Di antaranya Ketua PC GP Ansor Jakarta Pusat Rizal Afifudin beserta jajaran, Tokoh NU Jakarta Pusat Gus Syaefudin, serta jajaran PW IPNU-IPPNU DKI Jakarta.
Hadir pula Perwakilan MA Al-Muddatsiriyah Global Islamic School Gus Muhammad Ali RA dan Tokoh IPNU Jakarta Pusat Rekan Amar MA.
Melalui Makesta Raya, IPNU-IPPNU Jakarta Pusat tidak hanya menyiapkan kader untuk berorganisasi, tetapi juga mendorong pelajar mengenali dirinya, menemukan arah, dan mulai merancang masa depan sejak dini.(*)
