Sidrap, Katasulsel.com — Di pemerintahan, ada satu hal yang tidak bisa dibeli: waktu.
Jalan yang rusak bisa diperbaiki. Program baru bisa dibuat. Anggaran bisa disusun. Namun ketika birokrasi berjalan lambat, waktu pembangunan ikut terbuang.
Mungkin itulah pesan yang ingin ditegaskan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, saat melantik 91 pejabat di halaman Kantor DPRD Sidrap, Jumat (5/6/2026).
Pelantikan itu bukan sekadar pengisian jabatan.
Lebih dari itu, ini adalah upaya menyusun ulang “tim kerja” yang akan membantu mewujudkan berbagai target pembangunan yang sedang dikejar Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Di antara puluhan nama yang dilantik, empat jabatan pimpinan tinggi pratama menjadi perhatian utama.
Andi Bustanil dipercaya memimpin BKPSDM, Sunandar Priyoatmojo menakhodai BKAD, Ishak Kenre mendapat amanah memimpin Dinas Kesehatan, sementara Muhammad Aris Yasin dipercaya mengomandoi Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata.
Empat posisi ini bisa disebut sebagai “ruang mesin” pemerintahan.
BKPSDM mengurus kualitas aparatur.
BKAD mengendalikan pergerakan anggaran.
Dinas Kesehatan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Sedangkan Disporapar menjadi salah satu sektor yang diharapkan mampu menggerakkan potensi ekonomi daerah melalui olahraga, kepemudaan dan pariwisata.
Karena itu, pelantikan ini tidak hanya berbicara tentang siapa yang menduduki jabatan baru, tetapi juga tentang ekspektasi besar yang ikut melekat di dalamnya.
Syaharuddin Alrif tampaknya tidak ingin para pejabat larut dalam euforia jabatan.
Dalam sambutannya, ia langsung mengarahkan fokus pada hasil kerja.
Tidak ada ruang untuk berpuas diri.
Tidak ada waktu untuk beradaptasi terlalu lama.
Yang ditunggu masyarakat adalah perubahan yang bisa dirasakan.
“Keluarkan kemampuan terbaik yang dimiliki. Saya akan menunggu input dan output kerja saudara-saudara sekalian,” tegasnya.
Kalimat itu terdengar sederhana.
Namun bagi birokrasi, pesan tersebut memiliki arti yang jelas: ukuran keberhasilan bukan lagi aktivitas, melainkan dampak.
Selain empat kepala OPD, pelantikan juga menyentuh hampir seluruh lapisan birokrasi.
Sebanyak 20 pejabat administrator, 53 pejabat pengawas, lima pejabat yang dikukuhkan akibat perubahan nomenklatur, sembilan pejabat fungsional, hingga 15 kepala sekolah mendapat amanah baru.
Bahkan, sebanyak 77 CPNS formasi 2024 resmi menyandang status Pegawai Negeri Sipil.
Jumlahnya besar.
Tetapi tujuan akhirnya tetap satu: mempercepat gerak pemerintahan.
Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, birokrasi tidak lagi cukup hanya bekerja sesuai rutinitas.
Masyarakat ingin pelayanan lebih cepat.
Perizinan lebih mudah.
Kesehatan lebih baik.
Pendidikan lebih maju.
Dan pembangunan yang benar-benar terlihat.
Karena itulah, pelantikan kali ini bisa dibaca sebagai langkah awal untuk memperkuat mesin pemerintahan sebelum memasuki fase kerja yang lebih padat.
Syaharuddin pun mengingatkan bahwa jabatan hanyalah alat.
Yang menentukan adalah bagaimana alat itu digunakan untuk melayani masyarakat.
“Bekerjalah dengan rajin dan penuh tanggung jawab. Masyarakat menunggu hasil kerja kita, bukan sekadar program di atas kertas,” ujarnya.
Kini, pelantikan telah selesai.
Sumpah jabatan telah diucapkan.
Foto bersama telah diabadikan.
Namun pekerjaan sesungguhnya baru saja dimulai.
Sebab bagi masyarakat Sidrap, yang terpenting bukan siapa yang dilantik hari ini.
Melainkan seberapa cepat hasil kerja mereka bisa dirasakan besok. (*)
