Jakarta, katasulsel.com — Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak yang berpotensi mengguncang banyak pihak.

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyatakan kesediaannya menjadi justice collaborator dan mengaku siap mengungkap puluhan nama yang disebut mengetahui atau terlibat dalam pengambilan keputusan terkait tata kelola program bernilai triliunan rupiah tersebut.

Melalui tim kuasa hukumnya, Sony menegaskan dirinya tidak ingin menjadi satu-satunya pihak yang memikul tanggung jawab dalam perkara yang kini sedang ditangani aparat penegak hukum.

“Klien kami siap membuka seluruh fakta yang diketahuinya,” ujar kuasa hukum Sony.

Pernyataan itu menjadi perhatian karena Sony disebut mengantongi sekitar 26 hingga 27 nama yang berasal dari berbagai lingkar kekuasaan, mulai dari unsur eksekutif hingga legislatif.

Kasus yang tengah diselidiki berawal dari dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis tahun anggaran 2025–2026.

Dalam perkara ini, aparat penegak hukum telah menetapkan tiga mantan petinggi BGN sebagai tersangka, yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.

Penyidikan berfokus pada dugaan praktik intervensi dalam pengadaan, markup harga sejumlah barang, hingga dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Beberapa pengadaan yang menjadi sorotan disebut mencakup kendaraan operasional dan perangkat elektronik yang nilainya diduga mengalami pembengkakan anggaran.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Sony mengambil langkah berbeda.

Ia mengajukan diri sebagai justice collaborator kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Status tersebut memungkinkan seorang tersangka yang bekerja sama dengan penyidik memperoleh pertimbangan khusus apabila keterangannya membantu mengungkap pelaku lain yang memiliki peran lebih besar.

Menurut kuasa hukumnya, Sony merasa dirinya bukan pengambil keputusan tunggal dalam perkara tersebut.

Ia mengklaim banyak kebijakan yang dijalankan berada dalam rantai keputusan yang lebih panjang dan melibatkan sejumlah pihak lain.

“Jangan sampai yang berada di lapangan atau pelaksana teknis justru menjadi pihak yang menanggung seluruh konsekuensi,” kata sumber dari tim pembelaan.

Pernyataan mengenai adanya puluhan nama yang akan diungkap kini menjadi salah satu aspek yang paling dinantikan publik.

Namun hingga saat ini, identitas pihak-pihak yang dimaksud belum diumumkan secara resmi dan masih menjadi bagian dari proses hukum yang berjalan.

Penyidik juga belum memberikan keterangan rinci terkait klaim tersebut.

Jika informasi yang disampaikan Sony nantinya terbukti dan didukung alat bukti yang cukup, kasus dugaan korupsi MBG berpotensi berkembang lebih luas dibanding yang selama ini diketahui publik.

Untuk saat ini, seluruh pihak yang disebut atau dikaitkan dalam perkara tersebut tetap harus dianggap tidak bersalah sampai ada putusan hukum berkekuatan tetap.

Satu hal yang pasti, pernyataan Sony Sonjaya telah membuka babak baru dalam kasus yang sejak awal menyita perhatian nasional: siapa saja nama besar yang akan disebut berikutnya? (*)