Makassar, katasulsel.com — Kalau ada satu pemandangan yang hampir selalu muncul setiap musim kepulangan jemaah haji asal Sulawesi Selatan, itu bukan hanya pelukan keluarga di bandara atau air mata haru yang jatuh tanpa bisa ditahan.

Ada satu “ritual kecil” yang diam-diam selalu mencuri perhatian: perubahan penampilan sebelum pulang benar-benar ke rumah.

Di Asrama Haji Sudiang, tepatnya di Aula Arafah, fenomena itu kini punya “ruang resmi” sendiri yang disebut makeup corner. Sebuah sudut sederhana, tapi justru jadi titik penting sebelum jemaah benar-benar kembali ke kehidupan kampung halaman.

Di sana, suasana tak lagi seperti ruang transit biasa. Ada cermin, meja rias, peralatan kosmetik, hingga tatanan sederhana yang disiapkan panitia. Dan di situlah para jemaah perempuan—yang baru saja menuntaskan perjalanan panjang dari Makkah dan Madinah—pelan-pelan “mengatur ulang diri”.

Bukan untuk bergaya berlebihan. Tapi untuk satu momen yang bagi banyak orang terasa penting: bertemu keluarga setelah pulang dari Tanah Suci.

Dari kebutuhan kecil, jadi kebiasaan yang disiapkan

Ketua PPIH Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, menyebut makeup corner ini bukan program yang dirancang dari awal. Ia lahir dari kebiasaan yang terus berulang setiap tahun.

Bukan karena tren, tapi karena kebutuhan nyata di lapangan.

“Ini kebutuhan jemaah. Beberapa tahun terakhir, jemaah memang sudah biasa makeup sendiri, jadi teman-teman asrama haji berinisiatif menyiapkan tempatnya,” katanya.