Sidrap, katasulsel.com β€” Selama lebih dari satu jam pertandingan, Bhayangkara Sidrap FC tampak seperti tim yang akan keluar lapangan dengan kepala tegak.

Mereka bermain disiplin.

Mereka unggul lebih dulu.

Mereka berhasil membuat Amanah RD99 FC kesulitan mengembangkan permainan.

Bahkan ketika Sahrin sukses memecah kebuntuan di babak kedua dan mengubah skor menjadi 1-0, aroma kemenangan mulai tercium di Stadion Ganggawa.

Di pinggir lapangan, sebagian penonton sudah mulai membicarakan hasil akhir.

Namun sepak bola punya satu kebiasaan yang sulit ditebak.

Ketika sebuah tim mulai merasa nyaman, sering kali muncul seseorang yang mengacaukan semua rencana.

Sore itu, orang tersebut bernama Kahar Kalu.

Awalnya, striker bernomor punggung 25 itu nyaris tak terlihat mencolok.

Ia tidak banyak menguasai bola.

Tidak pula melakukan aksi individu berlebihan.

Tetapi seperti banyak legenda sepak bola dunia, pemain berbahaya sering kali tidak membutuhkan banyak kesempatan untuk mengubah pertandingan.

Ketika Amanah mulai meningkatkan tekanan, Kahar perlahan mengambil alih panggung.

Gol pertamanya datang seperti sambaran petir.

Tiba-tiba.

Cepat.

Dan mengubah suasana stadion.

Skor menjadi 1-1.

Namun rupanya itu baru pembuka.

Saat pertandingan memasuki fase paling menegangkan dan banyak orang mulai menerima hasil imbang sebagai akhir cerita, Kahar kembali muncul.

Ia bergerak bebas, mencari ruang, membaca celah pertahanan lawan, lalu menghukum Bhayangkara dengan gol kedua.

Gol yang membuat Amanah berbalik unggul 2-1.