Gol yang membuat para pendukung Amanah melonjak kegirangan.
Dan gol yang membuat Stadion Ganggawa sejenak terasa seperti panggung milik satu orang.
Jika harus mencari perumpamaan, penampilan Kahar sore itu mengingatkan banyak orang pada gaya para pemain besar yang mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam beberapa sentuhan.
Bukan karena trik-trik rumit atau gocekan berlebihan.
Melainkan karena kemampuannya muncul pada saat yang paling menentukan.
Bak Ronaldinho di masa jayanya yang sering datang ketika tim membutuhkan keajaiban, Kahar hadir tepat ketika Amanah FC membutuhkan penyelamat.
Dua peluang.
Dua gol.
Dua pukulan telak.
Dan ketika peluit panjang berbunyi, papan skor menunjukkan hasil yang tak pernah diperkirakan sebagian penonton saat Bhayangkara unggul lebih dulu.
Amanah RD99 FC 2, Bhayangkara Sidrap FC 1.
Sahrin memang sempat membuka jalan kemenangan bagi Bhayangkara.
Tetapi sore itu, cerita pertandingan akhirnya ditulis oleh satu nama.
Kahar Kalu.
Pemain yang datang di waktu yang tepat.
Mencetak gol di saat yang tepat.
Dan membawa Amanah FC pulang dengan tiga poin yang terasa begitu istimewa. (*)
