SIDRAP – Masalah gigi berlubang atau karies masih menjadi ancaman bagi kesehatan anak usia sekolah. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi siswa sekolah dasar di Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program individu yang digagas oleh Sagita Khiara Arham, mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Unhas, ini mengusung tema “Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Passeno” sebagai upaya membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif mengingat karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami anak-anak. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis, kurangnya perhatian terhadap kebersihan gigi, hingga teknik menyikat gigi yang belum tepat menjadi faktor utama meningkatnya risiko gigi berlubang.
Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, karies gigi dapat menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari rasa sakit, sulit mengunyah, gangguan tidur, hingga menurunkan konsentrasi belajar anak di sekolah.
Dalam kegiatan edukasi tersebut, siswa diajak mengenal lebih dekat kesehatan gigi melalui metode pembelajaran yang menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan gigi susu dan gigi permanen, proses terjadinya gigi berlubang, cara mencegah karies, pemilihan makanan yang baik untuk kesehatan gigi, hingga teknik menyikat gigi yang benar.
Agar pesan kesehatan lebih mudah diterima, mahasiswa KKN-PK Unhas tidak hanya menggunakan metode ceramah, tetapi juga menghadirkan presentasi interaktif, demonstrasi menyikat gigi, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab.
Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti praktik menyikat gigi, dan mencoba memahami kebiasaan sederhana yang dapat menjaga kesehatan gigi mereka setiap hari.
Sebelum dan setelah kegiatan, mahasiswa juga melakukan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut. Selain edukasi, peserta turut mendapatkan pembagian sikat gigi sebagai bentuk dukungan agar kebiasaan menyikat gigi rutin dapat diterapkan di rumah.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui upaya peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat sejak usia dini.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap siswa-siswi di Desa Passeno tidak hanya mengetahui pentingnya menjaga gigi, tetapi juga mampu menjadikan kebiasaan menyikat gigi dengan teknik yang benar sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Dengan edukasi sederhana yang dilakukan sejak bangku sekolah dasar, mahasiswa Unhas ingin membantu menciptakan generasi muda Sidrap yang lebih sehat, percaya diri, dan memiliki senyum cemerlang tanpa takut gigi berlubang. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .

