Bone, Katasulsel.com – Viral di TikTok kadang bisa bikin geger. Empat pemuda di Bone merasakan sendiri efeknya, setelah konvoi motor sambil membawa pistol mainan bikin warga panik, Sabtu dini hari (28/2/2026).
Uniknya, aksi ini live streaming di TikTok. Bukannya sekadar eksis, video itu memudahkan warga melapor real time ke polisi. Laporan via WhatsApp masuk dengan bunyi pesan yang membuat polisi langsung bergerak: “Masing-masing motor ada pistolnya, bisa membahayakan pengguna jalan lain.”
Tim Patroli Presisi Sat Samapta Polres Bone, dipimpin Aipda Muhammad Rasyid, menindaklanjuti laporan tersebut. Mereka mendapati empat pemuda di kawasan Indomaret, Jalan Jenderal Sudirman. Polisi memastikan senjata yang dibawa adalah mainan, tapi pelurunya karet, yang tetap bisa menimbulkan cedera jika sembarangan.
Empat pemuda yang diamankan, RA (18), AMK (20), AS (22), dan KV (23), dibina petugas dan dicatat identitasnya. Tidak ada korban atau laporan kerugian, sehingga mereka dipulangkan dengan catatan: siap mempertanggungjawabkan jika ada laporan resmi di kemudian hari.
Kasat Samapta Polres Bone, AKP Muh. Tahir, menegaskan, viral di media sosial bukan berarti aman. “Jangan sampai hiburan berubah jadi keresahan masyarakat,” tegasnya.
Dari sisi lain, kasus ini membuka diskusi menarik: media sosial kini menjadi alat kontrol publik. TikTok yang biasanya untuk hiburan, di sini berperan sebagai pemantau perilaku warga. Polisi pun bisa bergerak cepat karena warganet aktif melaporkan.
Bone malam itu jadi pelajaran: generasi muda harus bijak menggunakan media sosial. Viral boleh, tapi jangan sampai meresahkan orang lain. Pistol mainan boleh lucu di layar, tapi nyata di jalan, itu bisa berisiko.
Netizen dan polisi sama-sama belajar: teknologi bukan sekadar hiburan, tapi juga tanggung jawab. Bone membuktikan, hiburan dan keamanan bisa bersinggungan—dan hasilnya, kepolisian siap turun tangan sebelum “viral” jadi masalah nyata.(*)

Tinggalkan Balasan