Soppeng, katasulsel.com — Gedung Serbaguna Lapatau pagi itu penuh sesak.

Ratusan alumni SMP Muhammadiyah Soppeng tampak hadir dari berbagai angkatan.

Bukan sekadar hadir untuk seremonial.

Mereka datang untuk temu kangen. Bersilaturahmi lintas generasi.

Di tengah keramaian itu, Andi Mapparemma resmi dilantik sebagai Ketua Umum IKA SMP Muhammadiyah Soppeng periode 2026–2030.

Yang menarik perhatian: hadir pula Bupati Soppeng, Suwardi Haseng.

Dua figur yang sempat berseberangan dalam Pilkada 2024 itu kini tampak berdampingan, tertawa, saling menyapa.

Tidak ada sekat politik. Yang ada kehangatan, persaudaraan, dan rasa saling menghargai.

Andi Mapparemma pun menegaskan hal itu di depan alumni.

“Pilihan politik boleh berbeda, tapi persaudaraan tetap nomor satu,” katanya, disambut tepuk tangan meriah.

Suwardi Haseng menimpali, menekankan pentingnya silaturahmi. Rivalitas pilkada tidak boleh memutus tali persaudaraan.

“Politik lima tahunan, silaturahmi seumur hidup,” ujarnya.

Ia bahkan rela membatalkan agenda penting demi hadir di pelantikan itu, sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan lama mereka.

Di tengah suasana itu, tepuk tangan bergemuruh, tawa dan senyum menghiasi wajah alumni.

Momentum ini bukan hanya tentang pelantikan.

Ia menjadi simbol kedewasaan dalam berpolitik.

Bahwa perbedaan pilihan dapat dijembatani dengan persaudaraan.

Bahwa rivalitas tidak selalu berujung konflik.

Dan bahwa almamater tetap menjadi rumah bersama.

Andi Mapparemma, dalam sambutan perdananya, mengajak alumni untuk tidak hanya mengingat alumninya, tapi juga memikirkan sekolahnya.

Bersinergi dengan pemerintah daerah, membangun Soppeng, menjaga nama baik almamater—semua ia rangkum dalam satu pesan sederhana namun kuat:

“Sekali Muhammadiyah, tetap Muhammadiyah!”

Rangkaian kegiatan sejak pagi pun berlangsung meriah:

Gerak jalan sehat
Donor darah
Cek kesehatan gratis
Senam pagi
Pembagian doorprize

Panitia bekerja keras. Ketua Panitia, Sukarno, S.Pd., dan Sekretaris, Nur Asyruni Muharram, memastikan semua berjalan lancar.

Alumni hadir dengan antusias, dari angkatan tua hingga muda. Mereka tertawa, bersalaman, dan berbagi cerita.

Sekjen IKA, Nur Adi Muharram, menilai acara ini sebagai momen penting mempererat silaturahmi.

“Bukan sekadar temu kangen, tapi membangun kebersamaan, memperkuat ikatan emosional terhadap almamater, dan menguatkan kontribusi alumni untuk sekolah dan daerah,” tuturnya.

Di Watansoppeng hari itu, politik tidak hadir.

Yang ada adalah persaudaraan, keakraban, dan semangat membangun Soppeng bersama. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.