Muna, katasulsel.com β€” Warga dibuat heboh.

Seorang pria bernama La Gali (40) nekat memanjat tower telekomunikasi setinggi sekitar 70 meter di Desa Labone, Senin (6/4/2026) sore.

Aksinya tak biasa.

Bukan hanya memanjat.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Ia juga terlihat santai di atas. Bahkan sempat mengonsumsi minuman keras.

Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 16.00 WITA.

Kepanikan langsung menyebar.

Camat Lasalepa, Asgar Ariyanto, mengatakan pihaknya segera bergerak.

Koordinasi dilakukan.

Pemadam kebakaran. Tim penyelamat.

Semua disiapkan.

β€œLangsung kami hubungi damkar dan Basarnas untuk membantu evakuasi,” ujarnya.

Namun sebelum evakuasi dilakukan, situasi berubah.

La Gali justru turun sendiri.

Bukan karena petugas.

Tapi karena dipanggil keluarganya.

β€œSudah turun setelah dipanggil iparnya,” kata Asgar.

Beruntung, tidak ada korban.

Meski sempat minum di atas tower, insiden berakhir tanpa kejadian fatal.

Namun fakta lain terungkap.

Ini bukan yang pertama.

Aksi serupa disebut sudah terjadi dua kali.

Dari keterangan keluarga, La Gali diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Kondisi ini membuat warga khawatir.

Apalagi tower yang dipanjat bukan lagi fasilitas aktif.

Sudah tua. Bahkan disebut dalam kondisi miring.

Pemerintah kecamatan pun angkat suara.

Mereka meminta Dinas Kominfo Kabupaten Muna segera mengambil langkah.

Tower tersebut diminta dibongkar.

β€œKarena sudah tidak dipakai dan berisiko,” tegas Asgar.

Peristiwa ini jadi pengingat.

Bahwa fasilitas tak terpakai…

Bisa berubah jadi ancaman sewaktu-waktu.(*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita