Konawe, Katasulsel.com — Malam di Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Senin (18/5/2026), sebenarnya berjalan biasa. Jalan desa mulai sepi, lampu rumah satu per satu redup, dan udara dingin mulai turun pelan.

Tapi bagi Asriani alias Yuyun, malam itu justru terasa panjang dan sesak.

Perempuan 24 tahun yang telah memiliki dua anak itu memilih keluar rumah saat sebagian orang mulai beristirahat. Ada satu hal yang terus mengganggu pikirannya: motor suaminya terlihat terparkir di halaman rumah mertuanya sendiri.

Bukan sekadar parkir biasa. Ada rasa yang tiba-tiba tidak enak. Seolah firasat memaksanya datang malam itu juga.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Dengan langkah pelan dan perasaan campur aduk, Yuyun memilih menunggu di sekitar rumah. Ia tidak langsung masuk. Tidak juga membuat keributan. Ia hanya diam, memandangi rumah yang disebutnya biasa menjadi tempat ia tidur bersama keluarga.

Namun malam itu, semuanya terasa berbeda.

“Saya tunggu lebih dari dua jam,” ucap Yuyun kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

Waktu berjalan lambat. Lampu rumah masih menyala. Hingga akhirnya, menurut pengakuannya, lampu kamar mendadak dipadamkan. Di situlah rasa curiga yang selama ini ia pendam disebut semakin memuncak.

“Saya mulai merekam karena curiga mereka ada di dalam kamar,” katanya.

Yuyun mengaku dugaan perselingkuhan itu sebenarnya bukan hal baru dalam pikirannya. Ia sudah lama mencurigai hubungan suaminya, IS, dengan seorang perempuan berinisial WA yang disebut merupakan rekan kerja di salah satu SMA Negeri di Konawe.

Kecurigaan itu, menurutnya, mulai muncul sejak keduanya terlibat dalam aktivitas pengelolaan dana BOS sekolah.

“Awalnya saya lihat mereka terlalu sering komunikasi. Saya pernah temukan chat yang ada kata-kata sayang,” ujarnya.

Kala itu, lanjut Yuyun, hubungan tersebut sempat dibantah dan disebut hanya kekhilafan biasa. Namun rasa percaya yang mulai retak membuat dirinya terus dihantui curiga.

Malam itu menjadi titik yang paling berat baginya.

Ia mengaku syok saat mendapati sesuatu yang selama ini hanya ada dalam pikirannya disebut benar-benar terjadi. Yang membuat luka itu terasa lebih dalam, peristiwa tersebut disebut terjadi di rumah mertuanya sendiri—bahkan di kamar yang biasa ia tempati.

“Saya sangat kecewa,” katanya lirih.

Yuyun kemudian melaporkan dugaan perselingkuhan tersebut ke pihak kepolisian.

Kasus ini pun mulai menyita perhatian warga karena melibatkan aparatur PPPK yang berprofesi sebagai tenaga pendidik. Di media sosial dan percakapan warga, cerita ini cepat menyebar karena dianggap bukan sekadar persoalan rumah tangga biasa, tetapi juga menyangkut moral dan etika seorang pendidik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun pihak sekolah terkait dugaan tersebut. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 19 Mei 2026 14:41 WIB