Jakarta, Katasulsel.com – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif melakukan kunjungan strategis dengan menemui jajaran manajemen PT Barito Wind Energy di Hotel Kimaya, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan bertujuan untuk melakukan akselerasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap Ekspansi atau Sidrap II sekaligus mematangkan sejumlah poin kesepakatan penting antara pemerintah daerah dan PT Barito Wind Energy.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Andi Rahmat Saleh, sejumlah kepala OPD, dan pejabat terkait. Hadir pula Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim.

Rombongan diterima jajaran manajemen perusahaan yakni Laksmi Prasvita (Head of Public Social Investment and Communication), Teuku Nofizal (Head of Finance), Pribadhi Satriawan (Head of Sidrap Department), dan Zerry Antro (Head of Government & Stakeholder Management).

Bupati Syaharuddin Alrif memberikan perhatian khusus pada penuntasan komitmen lama, terutama terkait pembangunan kawasan wisata (tourism area) PLTB yang saat ini progresnya telah mencapai 80 persen.

Ia menegaskan agar penyelesaian proyek ini tidak menggunakan dana CSR agar tidak membebani anggaran pemberdayaan masyarakat lainnya.

“Kami minta tolong tourism area dituntaskan supaya bisa dimanfaatkan betul, karena tamu-tamu ini banyak datang,” ujar Bupati Syaharuddin Alrif.

Lebih lanjut, Bupati menekankan kawasan tersebut merupakan wajah dari investasi di Kabupaten Sidrap. “Intinya kasih rapi lah, supaya menjadi branding untuk PLTB,” tambahnya.

Bupati Syaharuddin selanjutnya mengutarakan perihal bagi hasil atau bonus produksi PLTB. Diketahui, sebelumnya jajaran Pemkab Sidrap telah melakukan audiensi dengan Komisi XII DPR RI membahas hal ini.

“Mengenai bonus produksi, menunggu regulasi dari DPR RI dan Kementerian ESDM. Begitu aturannya ada, kita jalankan sesuai kesepakatan tersebut,” lontar Bupati Syaharuddin.

Terkait rencana ekspansi PLTB Sidrap II, Bupati memberikan syarat tegas mengenai keterlibatan masyarakat dan pengusaha lokal dalam proses pembangunan ke depan.

“Pesan saya, mohon nanti pelibatan teman-teman lokal dan penggunaan material lokal. Supaya dampak ekonomi yang ada di sana dengan hadirnya PT Barito bisa berdampak ke masyarakat lokal,” tegas Syaharuddin Alrif.

Syaharuddin juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh (full support) guna mempercepat proses administrasi, termasuk pengurusan Amdal di tingkat provinsi.

“Jika penandatanganan kesepakatan sudah dilakukan, itu menjadi pegangan kami. Kami akan mendukung penuh prosesnya,” terang Bupati Syaharuddin.

Ia bahkan menawarkan fasilitas perkantoran di lingkungan Kantor Bupati bagi tim PT Barito Wind Energy guna memudahkan koordinasi teknis dan kemudahan akses birokrasi.

“Silakan kalau mau berkantor di sana untuk mempercepat prosesnya,” tandas Bupati.

Head of Finance PT Barito Wind Energy Teuku Nofizal menjelaskan, proyek Sidrap II diproyeksikan memiliki kapasitas daya sebesar 75 Megawatt (MW).

Saat ini, perusahaan tengah menyelesaikan tahap akuisisi lahan dan studi teknis sembari menunggu pengumuman tender resmi dari PT PLN.

“Salah satu persyaratan utama dalam proposal nantinya adalah dokumen Amdal. Kami menargetkan tahun ini ada pengumuman tender sehingga rencana pengembangan kapasitas 75 MW ini dapat segera diajukan,” papar Teuku Nofizal.

​Head of Public Social Investment and Communication PT Barito Wind Energy Laksmi Prasvita menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjadikan Sidrap sebagai pelopor sekaligus area dengan PLTB terbesar dan terdepan di Indonesia.

Pengembangan Sidrap II diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan.

​”Semoga langkah menuju Sidrap II ini dilancarkan dan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat seperti yang kita cita-citakan bersama,” tutup Laksmi.

Pewarta: WAHIDIN
Editor: NURYADIN SUKRI

Gambar berita Katasulsel